GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh Tenggara

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh Tenggara

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh Tenggara Haji Uma meminta pihak Satker PPK08A BPJN Wilayah I Aceh untuk meningkatkan pengawasan dengan lebih sering turun…

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh Tenggara

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh Tenggara

Haji Uma meminta pihak Satker PPK08A BPJN Wilayah I Aceh untuk meningkatkan pengawasan dengan lebih sering turun ke lapangan.

Haji Uma Tambal Lubang di Jalan Nasional di Aceh TenggaraSERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWIAnggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma bersama stafnya Muhammad Daud menyemen lubang di jalan nasional, kawasan Desa Kayu Mbelin, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Selasa (30/10/2018).

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Satker P PK08A Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Aceh.

Pasalnya, di beberapa lokasi, Haji Uma menemukan banyak lubang di badan jalan nasional.

Selain itu ada juga saluran parit yang terlihat sudah lama tersumbat.

Menurut Haji Uma, kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari BPJN Wilayah I Aceh.

"Saluran parit tersumbat bertahun-tahun dan jalan dibiarkan berlubang, ini menunjukkan pengawasan yang sangat lemah," ujar Haji Uma saat melakukan kunjungan kerja ke Agara, Selasa (30/10/2018).

Baca: Saat Pindahkan Batang yang Roboh Melintang Jalan, Tiba-tiba Sopir Truk Girang Melihat Sosok Ini

Baca: Dikunjungi Haji Uma, Kini Fatimah Bisa ‘Berjalan’ Lagi

Pernyataan itu diberikan Haji Uma setelah dia bersama stafnya menambal atau menyemen lubang yang menganga di badan jalan nasional, kawasan Desa Kayu Mbelin, Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Haji Uma pun meminta pihak Satker PPK08A BPJN Wilayah I Aceh untuk meningkatkan pengawasan dengan lebih sering turun ke lapangan.

"Tindakan kami mengecor jalan berlubang sebagai pelecut bagi mereka agar jalan itu jadi perhatian serius," ujar Haji Uma.

Menurut dia, setiap tahun dialokasikan dana pemeliharaan jalan Nasional dari dana APBN. Untuk tahun ini, lanjut Haji Uma, jumlahnya mencapai Rp 3,2 miliar.

“Kalau melihat kondisi ini, sepertinya penggunaan dana tersebut di lapangan tidak tepat sasaran," ujar Haji Uma.

Beberapa hari lalu, Haji Uma juga menyorot kondisi jalan penghubung KKA, lintas Aceh Utara - Bener Meriah yang juga dipenuhi lubang.(*)

Penulis: Asnawi Luwi Editor: Zaenal Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar