GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam Simulasi

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam Simulasi

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam Simulasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar simulasi gempa dan tsunami di Desa DeudapKamis, 2 Agustus 2…

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam Simulasi

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam Simulasi

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar simulasi gempa dan tsunami di Desa Deudap

Warga Pulo Aceh “Hadirkan” Bencana 2004 dalam SimulasiTIM lapangan yang terlibat dalam simulasi gempa dan tsunami yang digelar BPBA di Desa Deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, mendengarkan arahan menjelang simulasi, Rabu (1/8).

BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar simulasi gempa dan tsunami di Desa Deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Rabu (1/8). Kegiatan yang dikomandoi langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, HT Ahmad Dadek SH tersebut melibatkan hampir 500 peserta.

Simulasi gempa dan tsunami di Pulo Aceh dipusatkan di lapangan sepakbola Desa Dedap. Peserta mencapai 495 orang terdiri 360 peserta dari perwakilan masyarakat, guru SMP dan SMA, tim lapangan dari unsur BPBA, BPBD, Basarnas, PMI Aceh, Polsek Pulo Aceh, Koramil, Forum PRB Aceh, RAPI Aceh Besar, PMI Aceh Besar, Puskesmas, keuchik, Panglima Laot, relawan PB, peserta didik, fasilitator, dan 10 orang observer.

Simulasi itu sendiri melibatkan lima desa yaitu Lamteng, Deudap, Pasi Janeng, Rabo, dan Alue Reunyeng.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Bobby Syahputra SE MSi mengatakan simulasi dilakukan sesuai dengan skenario yang telah disusun dan disepakati bersama dalam rapat pemantapan dan geladi bersih yang berlangsung sejak H-2.

Kalak BPBA, HT Ahmad Dadek selaku inspektur upacara dalam simulasi tersebut mengatakan tujuan simulasi adalah untuk membiasakan masyarakat siap siaga terhadap be ncana.

“Manfaat dari simulasi ini tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat, namun juga oleh instansi pemerintah yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana, sebagai bahan mengevaluasi dalam memperbaiki prosedur operasi standar yang digunakan” kata Dadek.

Menjelang pelaksanaan simulasi, Dadek berharap agar peserta bisa menghadirkan bencana 2004 dalam pikiran masing-masing sehingga tahu apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.

Dadek juga minta kepada aparat desa dan camat untuk menggunakan dana desa untuk melanjutkan program simulasi dan kepentingan kesiapsiagaan bencana lainnya seperti membeli alat komunikasi, dapur umum, dan lain-lain.

“Saya berharap dengan simulasi ini bisa meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi bencana dan mampu melakukan penyelamatan mandiri ketika suatu bencana yang tidak diharapkan terjadi,” demikian Teuku Ahmad Dadek.(rel/sal)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar