GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu Dipugar

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu Dipugar

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu Dipugar Makam pewaris Kerajaan Aceh, Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam di Kompleks Makam Iskandar Muda, BaperisKamis, 2 Agustus 2018 09:37KETUA…

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu Dipugar

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu Dipugar

Makam pewaris Kerajaan Aceh, Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam di Kompleks Makam Iskandar Muda, Baperis

Makam Pewaris Kerajaan Aceh Perlu DipugarKETUA DPRA, Tgk Muharuddin berziarah ke Kompleks Makam Iskandar Muda di Baperis, Banda Aceh, Rabu (1/8).

BANDA ACEH - Makam pewaris Kerajaan Aceh, Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam di Kompleks Makam Iskandar Muda, Baperis, Banda Aceh hingga kini belum terpugar layaknya makam keturunan Kerajaan Aceh lain yang ada di kompleks itu. Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, meminta Pemerintah Aceh melalui instansi terkait segera memugar makam Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam yang meninggal di Nusa Tenggara Barat (NTB), 6 Juni lalu.

“Kita berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Aceh. Makam almarhumah belum dipugar, padahal beliau adalah pewaris Kerajaan Aceh. Jadi kita minta dinas terkait memugar dan merawat situs-situs sejarah seperti ini,” kata Muharuddin di sela-sela menziarahi makam almarhumah Teungku Putroe, Rabu (1/8).

Menurutnya, almarhumah adalah salah satu simbol Kerajaan Aceh. Apalagi, semasa hidupnya pernah menerima plakat dan sertifikat Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati, dari Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 9 November 2017 lalu.

Muharuddin juga mengusulkan agar dibangun meuligoe yang di dalamnya tersedia pojok sejarah Kerajaan Aceh. “Kami mendukung penuh, makanya kita minta intansi terkait untuk memberi perhatian lebih. Kita harus mengarhagai sejarah, kalau tidak ada mereka tidak ada kita sekarang,” pungkas Muharuddin.

Anggota keluarga almarhum, Teuku Saiful Samsi Keumangan juga berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Aceh terhadap makam almarhumah Teungku Putroe dan semua situs sejarah di kompleks makan itu. “Selama ini, makam itu belum dipugar dan tak ada perhatian khusus dari pemerintah,” ujarnya.

Namun, Saiful menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang sudah melibatkan pihaknya untuk ikut dalam pameran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 kali ini. “Atas nama lembaga kesultanan, kami juga akan menggelar expo pada 7-15 Agustus 2018 di kompleks Museum Aceh. Kita ada dua stan. Anggarannya Rp 3 juta, sebenarnya ini tidak cukup tapi kita tetap menggelar expo ini demi merawat sejarah,” pungkasnya.(dan)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar