GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailand

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailand

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailand Empat nelayan Aceh yang berlayar dari Lampulo, Banda Aceh, untuk menangkap ikan di laut lepas pada 14 Agustus laluSenin, 27 Agustus 2018…

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailand

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailand

Empat nelayan Aceh yang berlayar dari Lampulo, Banda Aceh, untuk menangkap ikan di laut lepas pada 14 Agustus lalu

Boat Rusak, 4 Nelayan Aceh Hanyut ke Thailandcaputure facebookDua Nelayan Aceh Terombang-ambing di Laut Thailand

* Terombang-ambing 9 Hari

BANDA ACEH â€" Empat nelayan Aceh yang berlayar dari Lampulo, Banda Aceh, untuk menangkap ikan di laut lepas pada 14 Agustus lalu, hanyut ke perairan Thailand karena boat mereka mengalami patah as. Setelah sembilan hari terombang-ombang di laut, akhirnya pada 24 Agustus mereka ditemukan dan ditolong oleh nelayan Thailand.

Boat yang mereka tumpangi , KM Nelayan 2016.347, akhirnya digandeng (dihela) oleh boat nelayan Thailand ke pantai terdekat, yakni Pantai Phang Nga. Hingga Minggu kemarin, keempat nelayan itu masih berada di Provinsi Phang Nga.

Phang Nga merupakan salah satu provinsi (changwat) di bagian selatan Thailand yang berhadapan langsung dengan Laut Andaman. Provinsi-provinsi yang bertetangga dekat dengan Phang Nga adalah Surat Thani, Ranong, dan Krabi. Di selatan provinsi ini terdapat pula Provinsi Phuket yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Keempat nelayan asal Aceh itu berharap dapat segera dipulangkan ke Aceh. “Kami sangat mengharapkan bantuan Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat pemulangan para nelayan tersebut,” kata Sabri Ramli, Ketua Koperasi Nelayan Pintar yang berkantor di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo Banda Aceh.

Menurutnya, keempat nelayan tersebut merupakan anggota Koperasi Nelayan Pintar. Masing-masing bernama Arifin, kelahiran 1 Juli 1983 asal Simeulue; Muhammad, kelahiraan 1 Agustus 1987 asal Pulau Bungong, Kecamatan Batee, Pidie; Dedi Surianto kelahiran 1 Juli 1981 asal Gampong Rumah Panjang Susoh, Aceh Barat Daya; dan Dendi R, kelahiran 8 Agustsus 1988 asal Calang, Aceh Jaya. Dendilah pawang (nakhoda) boat tersebut.

Menurut Murdani alias Doyok (48), Kepala Bagian Pengolahan Ikan pada Koperasi Nelayan Pintar, keempat nelayan yang merupakan anggota koperasi itu kini dalam keadaan sehat di Phang Nga, Thailand. Boat yang mereka tumpangi pun dalam keadaan baik, kecuali asnya yang patah.

Keempat nelayan itu, kata Doyok, juga sudah berkomunikasi melalui telepon dengan Ketua Koperasi Nelayan Pintar di Banda Aceh maupun dengan pihak keluarga mereka di Aceh. “Intinya mereka berharap bisa segera dipulangkan ke Aceh. Kami mendapat kabar, Kedutaan Besar RI di Bangkok segera menemui para nelayan asal Aceh itu untuk membantu proses pemulangan mereka,” kata Doyok.

Ia tambahkan, saat berangkat dari Lampulo tanggal 14 Agustus 2018 , keempat nelayan itu membawa bekal makanan dan minuman lumayan banyak. Mereka targetkan untuk lima hari melaut, tapi bekal yang mereka bawa untuk sepuluh hari. “Itu sebab mereka mampu bertahan hidup meski terombang-ambing selama sembilan hari di laut,” kata Doyok.

Ia perkirakan, as boat itu patah semata-mata karena kuatnya hantaman ombak, bukan karena kandas oleh terumbu karang. “Mudah-mudahan kerusakan boat itu bisa segera ditangani di Thailand dan mereka bisa kembali ke Aceh dengan boat tersebut,” kata Doyok. (dik)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar