GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks Koruptor

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks Koruptor

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks Koruptor Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri, mengaku kewalahan mendeteksi bakal calon legislatifJumat, 27 Juli 2018 09:40SYAMSUL BAH…

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks Koruptor

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks Koruptor

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri, mengaku kewalahan mendeteksi bakal calon legislatif

KIP Aceh Kewalahan Deteksi Eks KoruptorSYAMSUL BAHRI, Ketua KIP Aceh

* Masyarakat Diminta Ikut Beri Masukan

PIDIE - Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri, mengaku kewalahan mendeteksi bakal calon legislatif (bacaleg) yang tersangkut kasus korupsi, narkoba, dan pelecehan anak di bawah umur.

“Saat ini kita kewalahan mendeteksi bacaleg yang tersangkut kasus hukum karena bacaleg tidak melengkapi dokumen pernah dihukum,” ungkap Syamsul Bahri kepada Serambi, Kamis (26/7).

Untuk itu, pihaknya men gharapkan peran serta masyarakat Aceh untuk ikut serta mengawasi para bacaleg yang diduga pernah terlibat dan dihukum pengadilan dalam kasus korupsi, narkoba, dan pelecehan anak di bawah umur.

Pihaknya berjanji akan menelusuri setiap laporan dari masyarakat. “Saat ada laporan dari masyarakat, kita akan menelusuri laporan tersebut, dan jika terbukti maka caleg itu akan langsung kita coret,” pungkas Syamsul Bahri.

Di samping itu, ia juga meminta kepada partai politik agar tidak mendaftarkan mantan narapidana korupsi, narkoba, dan pelecehan anak di bawah umur sebagai bacaleg. Bagi yang terlanjur mendaftarkan, ia minta agar segera diganti.

“Kita imbau kepada parpol supaya menggantikan bacaleg yang tersandung hukum sebelum nantinya kita yang ganti,” tegas Ketua KIP Aceh ini. Masa perbaikan berkas terhadap bacaleg yang tersangkut kasus hukum itu dibuka hingga 31 Juli 2018.

Seperti diketahui, hingga saat ini KIP Aceh baru mendeteksi satu nama bacaleg yan g tersangkut kasus korupsi, yaitu Abdullah Puteh. Mantan gubernur Aceh ini mencalonkan diri sebagai bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

KIP mencoret nama Abdullah Puteh dari pencalonan. “Berkasnya sudah kita kembalikan kepada legal officer (LO)-nya pada hari Senin, 23 Juli 2018,” kata Anggota KIP Aceh, Agusni AH kepada Serambi, Rabu (25/7).

Akibat pencoretan tersebut, Puteh sudah mengajukan gugatan ke Panwaslih Aceh. Hal itu diakui anggota Panwaslih Aceh, Marini. “Sudah memasukkan permohonan penyelesaian sengketa, tapi belum teregister karena ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Besok (kemarin) rencananya didaftarkan lagi,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar