GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan Aceh

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan Aceh

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan Aceh PEMERHATI politik dan pemerintahan di Aceh, Taufiq Abdul Rahim ikut berkomentar terkait banyaknya bakal calonSenin, 23 Juli 2018 10:54TAUFIK RAHIM,Akademi…

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan Aceh

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan Aceh

PEMERHATI politik dan pemerintahan di Aceh, Taufiq Abdul Rahim ikut berkomentar terkait banyaknya bakal calon

Isyarat Buruk bagi Perpolitikan AcehTAUFIK RAHIM,Akademisi

PEMERHATI politik dan pemerintahan di Aceh, Taufiq Abdul Rahim ikut berkomentar terkait banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) yang gugur karena ketidakmampuan membaca Alquran dengan baik dan benar. Dia mengatakan, bacaleg bukan sekadar mendaftar atau hanya untuk memenuhi kuota caleg dari partai.

“Bacaleg bukan sekadar mendaftar untuk memenuhi kuota, tapi juga harus dituntut tanggung jawab serta kesiapan, baik fisik, mental, spritual, kapasitas, kualitas, kompetisi, dan kompetensi. Jadi bukan sek adar mendaftar dan memanfaatkan peluang,” kata Taufiq kepada Serambi, kemarin.

Dalam hal banyaknya bacaleg yang tidak lulus baca Alquran, Taufiq mengatakan, ini sebuah keprihatinan, bahwa secara spiritual tokoh yang akan menjadi panutan masyarakat atau wakil rakyat sama sekali tidak dapat diterima secara akal sehat.

Di samping itu, menunjukkan bacaleg yang seharusnya memiliki kepribadian dan berkarakter di negeri syariat, salah satunya harus mampu membaca Alquran dan memilki tanggung jawab akhlak dan moral mengawal perkembangan kemajuan serta kejayaan Islam.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini tidak banyak bisa diharapkan jika secara kepribadian dan karakter banyak para politisi sering berbuat curang dan culas, sehingga fenomena tidak mampu baca Alquran sebagai pertanda buruk bagi perpolitikan Aceh yang bergelar negeri syariat,” katanya.

Menurutnya, hal itu langsung dinampakkan dengan banyaknya bacaleg yang tidak mampu membaca Alquran. Menu rut akademisi Universitas Muhammadiyah ini, jika Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam saja tidak bisa dan atau tidak pernah dibaca, konon pula bacaan lainnya pasti tidak mampu dilakukan secara serius.

“Ini fenemona generasi yang krisis identitas. Bacaleg sebagai calon pemimpin di tengah masyarakat tidak siap lahir batin dan spritual, maka jangan sekadar mendaftar menjadi caleg, jika tidak memiliki kualitas dan kapasitas untuk hadir di tengah masyarakat Aceh yang agamis serta modern,” demikian Taufiq Abdul Rahim. (dan)

Editor: bakri Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar