GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia

Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia

PKA 7 Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia DIALAH sosok pemimpin yang siap melayani rakyatnya kapan pun dan dimana pun. Bupati Pidie Jaya (Pijay) H Aiyub AbbasRabu, 25 Juli 2018 08:30DIALAH so…

Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia

PKA 7

Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia

DIALAH sosok pemimpin yang siap melayani rakyatnya kapan pun dan dimana pun. Bupati Pidie Jaya (Pijay) H Aiyub Abbas

Ajang Aceh Hebat di Mata Dunia

DIALAH sosok pemimpin yang siap melayani rakyatnya kapan pun dan dimana pun. Bupati Pidie Jaya (Pijay) H Aiyub Abbas, senantiasa meluangkan waktu menerima para tamunya yang datang dari berbagai kalangan.

Di sela-sela kesibukan itu, bupati yang dikenal sangat dekat dengan rakyat ini, menerima Idris Ismail atau Aburih, koresponden Serambi Indonesia untuk sebuah wawancara seputar hajatan Pekan Kebudayaan Aceh 7 (PKA 7). Berikut petikannya.

Apa arti PKA ke 7 bagi Pidie Jaya atau Pijay?
Pidie Jaya memiliki beragam budaya tradisional yang hingga kini dilestarikan. Kami di Pijay telah menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ), menghadirkan kembali budaya lokal. Maka dengan even PKA 7 tingkat provinsi, tentu semakin melindungi warisan budaya dari gerusan zaman global.

Apa harapan Kabupaten Pijay pada ajang PKA 7 ini?
Pada perhelatan PKA 5 tahun 2009 lalu, Pijay sempat meraih juara harapan tiga. PKA 7 tahun ini tentunya Pijay juga menaruh harapan besar untuk dapat memperoleh juara di tingkat tiga besar. Apalagi dalam even ini Pijay menghadirkan 22 item seni budaya.

Apa saja yang diunggulkan Pijay, serta bagaimana persiapannya?
Meski dana terbatas, namun seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pijay komit ‘pasang badan’ tampil maksimal di ajang PKA ini. Kami dan para pelaku seni dan budaya, juga kuliner, telah melakukan persiapan matang. Semua yang kami hadirkan itu adalah andalan, mulai anyaman tikar khas Aceh, geunteut (engrang), peu ayeun aneuk , rapa-i geleng inong, ratoh jaroe, seudati tunang, gaseng, hingga meureukon dan banyak lagi lainnya.

Menurut Anda bagaimana PKA itu dikelola ?
Sebagai momen perhelatan budaya yang besar di tingkat pemerintahan provinsi, sudah sepatutnya semua pihak yang terlibat mengelola dengan jujur serta akuntabel, tidak ada hal yang disembunyikan. Sebab, tipikal orang Aceh itu, egaliter, tampil apa adanya serta sangat menghormati tamu atau ‘adat peumulia jamee’.

Baik, ini menjadi masukan sangat baik bagi pelaksana PKA. Lalu bagaimana strategi pengembangan PKA di Pijay sendiri?
Selaku kabupaten muda di Indonesia dan Aceh, tentunya pemerintah terus berupaya melindungi khasanah budaya dengan menjujung tinggi kearifan lokal, tanpa mengabaikan perkembangan zaman. Maka kepada generasi penerus Pijay, pemerintah memberikan ruang lebar mengembangkan diri, diurus lewat dinas atau instansi yang ditunjuk. Jadi, pemerintah tetap komit dalam melestarikan budaya.

Di era serba canggih seperti saat ini, apa kira-kira yang dapat diraih dari PKA?
Semakin jauh melangkah, peradaban manusia juga berevolusi sesuai zamannya. Karenanya,momen PKA sebagai cakupan warna-warni dari budaya Aceh, memberi daya tarik tersendiri dan menjadi kolaborasi budaya, agar budaya yang ditampilkan tetap terwarisi dan terjaga dengan sempurna. Akibat tak dikawal secara ketat, maka tidak tertutup kemungkinan budaya yang kita miliki diklaim dari budaya orang luar. Ini ironis.

Makanya menjaga itu dan melestarikan itu yang paling baik lewat even seperti ini PKA. Kalau perlu dihelat sepanjang tahun, agar generasi tak melupakan budaya dan tradisinya. Generasi yang baik, generasi yang mengetahui dan menjaga budayanya sendiri.

Bidang parawisata, apa strategi Pemerintahan Pijay melaklukan pengembangan?
Sebagai daerah yang dekat dengan laut dan darat, Pijay memiliki pesona alam yang menakjubkan. Seperti Pantai Wisata Kuthang, Kecamatan Trienggadeng serta beberapa pesona al am lainnya. Jika dikelola dengan baik, maka dapat menghasilkan pundi-pundi uang bagi masyarakat dan pemerintah. Artinya pengelolaan yang dilakukan sepanjang tidak menyimpang dari penerapan Syariat Islam serta kearifan lokal. Dngan sendirinya, hasil yang diperoleh menjadi berkah. Tentunya juga pengelolaan yang baik akan melahirkan multi efek bagi pertumbuhan ekonomi.

Apa kira-kira langkah untuk mendukung pengembangan parawisata itu?
Sejak awal pemerintah mentata wisata berbasis islami. Nah sekarang, sedang dibangun pasar rakyat di kompleks Pantai Wisata Kuthang Trienggadeng, diisi ragam kuliner khas Pijay, seperti adee (bikang) serta puluhan jenis masakan lokal lainnya. Itu jadi daya tarik nantinya.

Apa harapan Anda kepada masyarakat, pengusaha, serta kreator untuk mendukung PKA?
Semua pihak atau elemen masyarakat senantiasa mendukung penuh kesuksesan perhelatan PKA 7 tahun ini. Sebab, ajang ini satu-satunya wadah dalam membuktikan Aceh Hebat di mata dunia.(*)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Tidak ada komentar