www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemerintah Aceh jangan Alergi Kritik

Posted by On 01.09

Pemerintah Aceh jangan Alergi Kritik

Pemerintah Aceh jangan Alergi Kritik

Pemerintah Aceh diminta agar tidak alergi terhadap saran dan kritik yang disampaikan oleh para akademisi

Pemerintah Aceh jangan Alergi KritikIQBAL AHMADY, Direktur Parameter Institute

* Terkait Kritik dan Saran dari Akademisi

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh diminta agar tidak alergi terhadap saran dan kritik yang disampaikan oleh para akademisi terkait dengan polemik pelantikan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang baru.

Hal tersebut disampaikan Direktur Parameter Institute, Iqbal Ahmady, menanggapi pernyataan Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, yang meminta akademisi agar tidak menyudutkan Gub ernur Aceh.

“Pemerintah Aceh seperti kebakaran jenggot. Ketika ada akademisi yang memberi kritik dan saran terkait polemik pelantikan KIP Aceh, justru ditanggapi secara reaksioner. Jubir seharusnya mengeluarkan tanggapan menyejukkan, menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi dan bukan menambah keruh suasana,” kata Iqbal dalam rilisnya kepada Serambi, Sabtu (2/6).

Iqbal menilai, sejak awal pola komunikasi di lingkaran Pemerintah Aceh memang terkesan buruk, sehingga lahir alternatif untuk merekrut juru bicara. Tetapi kemudian timbul masalah baru sejak pelantikannya, mulai dari ‘biaya membangun pengertian’ hingga melarang warga negara melakukan hak konstitusionalnya yakni mengkritisi penyelenggara pemerintahan. “Ini Sebuah sikap yang ‘memenggal’ semangat demokrasi,” pungkas Iqbal.

Menurut Direktur Parameter Institute ini, sikap yang ditunjukkan Pemerintah Aceh melalui jubirnya, secara psikologi politik menggambarkan sebuah kepanikan. “Panic attack yang memicu reaksi berlebihan, sehingga muncul penyangkalan agresif dalam menyingkapi setiap saran serta pendapat dari akademisi. Padahal mereka juga memiliki kepakaran dalam setiap pandangan yang dikeluarkannya,” tambah Iqbal.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani meminta akademisi atau intelektual tidak asal bicara dan terkesan menyudutkan Gubernur Irwandi Yusuf terkait polemik pelantikan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan akademisi dari Unmuha Aceh, Dr Taufik A Rahim dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin MH sebagaimana dilansir Serambi sebelumnya.

Menurut SAGâ€"panggilan akrab Saifullah Abdulganiâ€", komentar kedua orang tersebut menyudutkan Gubernur Irwandi Yusuf di mata publik. Gubernur Irwandi seolah-olah kurang arif dan egois karena menunda pelantikan KIP Aceh yang telah direkrut oleh DPRA.

“Padahal, ada alasan yang jelas bagi Pak Gubernur karena ada nya Qanun Nomor 6 Tahun 2016 itu. Jadi, bukan perkara kearifan atau egoisme, tetapi jika Pak Gubernur melantik ini justru pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan melanggar sumpah jabatan,” kata SAG.

Dalam rilisnya, Direktur Parameter Institute, Iqbal Ahmady, juga menyayangkan terjadi polemik terkait dengan pelantikan KIP Aceh. Polemik ini, lanjut dia, hanya akan membuat dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan) semakin besar.

“Polemik ini hanya menciptakan dikotomi lebih besar antara ekselutif dengan legislatif,” kata Iqbal Ahmady, Sabtu (2/6).

Kondisi tersebut dikatakan Iqbal, terlihat tidak hanya dalam kasus pelantikan KIP Aceh, tetapi juga dalam pembahasan APBA 2018 sebelumnya, yang kemudian memunculkan wacana gugatan dari DPRA terkait kebijakan Gubernur yang mempergubkan ABPA 2018.

Para elite, baik eksekutif maupun legislatif, seperti saling serang dan sibuk mencari kelemahan lawan. “Yang rugi adalah rakyat Aceh, karena selama lima tahun para pemangku kekuasaan saling menghancurkan, bukannya memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh. Arang habis besi binasa,” pungkas Iqbal.(yos)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »