www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perdamaian Memang Harus Terus Dirawat

Posted by On 02.53

Perdamaian Memang Harus Terus Dirawat

Salam

Perdamaian Memang Harus Terus Dirawat

Sebuah berita ajakan untuk merawat perdamaian Aceh tersaji di Rubrik Serambi Politik, Minggu kemarin

Perdamaian Memang Harus Terus DirawatDr. Husaini Hasan (mengenakan pakaian Aceh) berfoto bersama dengan sejumlah tokoh Aceh di Jakarta

Sebuah berita ajakan untuk merawat perdamaian Aceh tersaji di Rubrik Serambi Politik, Minggu kemarin. Isinya tentang pernyataan eks tokoh perjuangan Aceh Merdeka yang kini menetap di Eropa, Dr Husaini Hasan.

Intinya, ia mengajak masyarakat Aceh untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah dicapai demi terwujudnya ketenteraman dan kesejukan di provinsi ini.

Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan rahmat yang harus disyukuri bersam a, sebab ia lahir dari perjuangan panjang dan sangat pahit. Karena itu, perdamaian yang sudah tercipta ini perlu dijaga, dirawat, dan dipupuk untuk kemaslahatan rakyat Aceh.

Imbauan yang menyejukkan itu disampaikan Dr Husaini Hasan pada Diskusi Publik di Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh (DDA) di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Jumat (25/5) yang resumenya dikirim pihak penyelenggara melalui siaran pers ke Serambi, Sabtu (26/5).

Kita sampaikan apresiasi tinggi atas ajakan Dr Husaini Hasan tersebut. Imbauan ini kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya upaya-upaya untuk merawat dan memelihara perdamaian agar tetap langgeng.

Pesan perdamaian itu memang tak mesti disampaikan hanya pada medio Agustus setiap tahun, karena pada tanggal itulah tahun 2005 kesepahaman damai antara Pemerintah RI dan elite GAM diteken di Helsinki, Finlandia.

Narasi tentang perdamaian justru harus terus-menerus kita suarakan, termasuk pada bulan Ramadha n saat ini, saat doa lebih makbul. Mari kita jadikan pemihakan kita terhadap hidup damai sebagai bagian dari amar makruf, bagian dari dakwah yang maslahat. Terlebih karena, hanya dalam suasana Aceh damailah kita bisa beribadah dengan khusyuk, berusaha dan bekerja lebih produktif.

Pesan damai ini harus terus kita gemakan setiap hari, bulan, dan tahun karena kebutuhan kita akan hidup damai adalah untuk sepanjang masa, sepanjang hayat. Mari kita pertahankan dan isi perdamaian ini dengan ikhtiar bersama yang konkret dan relevan, sehingga makin memperkuat konstruk perdamaian Aceh. Kita harus kompak dan dengan sadar mencegah agar Aceh tak lagi terguling ke tubir konflik. Pengalaman hidup di masa konflik sangatlah pahit dan memilukan, maka kita tak boleh bersikap toleran terhadap upaya-upaya yang menodai, apalagi merusak sendi-sendi perdamaian, misalnya, dengan gerakan ekstrem, radikal, atau bahkan ideologi new separatism seperti yang pernah ada.

Mari kita cermati dan respons permintaan Dr Husaini Hasan, mewakili mantan elite GAM, yang secara khusus meminta pemangku kepentingan di Aceh serius menegakkan keadilan secara merata agar tidak lagi terjadi keributan di kemudian hari.

Dengan cara itulah perdamaian akan tetap abadi di bumi Aceh, dan dalam suasana damai itu pulalah orang-orang seperti Husaini Hasan dapat pulang kampung ke Aceh dengan bebas dan dapat berkumpul dengan semuanya. “Ini merupakan nikmat yang patut kita syukuri dan tidak perlu berpikir untuk kembali berperang,” ujar Husaini. Nah, Husaini benar. Perang kita akhiri, konflik pun sudah kita benam, dan di masa 13 tahun perdamaian ini kita seharusnya bisa lebih leluasa mereguk hidup yang sejahtera dan bahagia di taman raya perdamaian Aceh. Semoga.

Editor: bakri Sumber : Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »