Kirim Berita Aceh: Klik Disini | Konfirmasi Berita Aceh: Klik Disini

Terpopuler Bulanan Ini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Peneliti Aceh Kritik 20 Tahun Reformasi Indonesia

Posted by On 00.05

Peneliti Aceh Kritik 20 Tahun Reformasi Indonesia

Foto: Hendra Keumala/aceHTrend

ACEHTREND.CO, Banda Aceh â€" Muhammad Taufik Abda, Peneliti Pusat Penelitian Ilmu Sosial Budaya Unsyiah, mengatakan bahwa masih banyak agenda reformasi yang belum terealisasi. Hal ini dikatakan olehnya kala didapuk menjadi pembicara pada diskusi: Memperingati 20 Tahun Reformasi Indonesia, Sabtu (26/5/2018) di 3 in 1 Coffee, Banda Aceh.

Lahirnya reformasi di Indonesia merupakan buah dari akumulasi kekecewaan rakyat sejak tahun 1960-an. Akan tetapi setelah 1998, berbagai rezim yang berkuasa yang datang silih berganti, tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, hingga krisis kepemimpinan serta gagalnya partai politik mendorong kehidupan perpolitikan yang sehat.

Di samping itu supremasi h ukum juga tidak maksimal, masih banyak kasus tebang pilih dalam penegakannya.

Dari sektor ekonomi, walau angka pengangguran dan kemiskinan sudah turun, namun secara umum Indonesia masih bermasalah.

Sementara Direktur Eksekutif P3KA, Kurniawan yang juga akademiski Fakultas Hukum Unsyiah, menyampaikan bahwa reformasi tidak berarti menganggap semua yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru buruk dan harus diganti dengan yang baru.

Menurut Kurniawan, salah satu kekurangan selama ini adalah setiap pergantian kekuasaan, maka akan berganti pula kebijakan. Akibatnya, ada banyak proyek yang tumpang tindih dan program yang terbengkalai akibat pergantian setiap pergantian rezim kuasa.

“Ada hal-hal yang seharusnya dipertahankan sebagai warisan dari Pemerintah Orde Baru, semisal GBHN, karena tanpa itu bangsa Indonesia ibarat kapal yang berlayar tanpa kompas,” kata Kurniawan.

Menurutnya GBHN hadir sebagai pola umum pembangunan nasional yang di d alamnya memuat program-program pembangunan yang menyeluruh, terarah, terpadu, dan berlangsung secara kontinyu.

Pembangunan yang dilakukan secara terus â€" menerus akan mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan undang-undang 1945.

“Melaksanakan amanat reformasi adalah tanggung jawab kita bersama saat ini, dengan cara sama-sama menjawab tantangan kaderisasi kepemimpinan, melawan penyalahgunaan narkoba, juga dengan melakukan efisiensi lembaga pemerintah,” tambah Kurniawan.[]

Komentar

Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »