www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Massa Penambang Minyak Demo Kantor DPRK Aceh Timur, Ini Tuntutannya!

Posted by On 17.30

Massa Penambang Minyak Demo Kantor DPRK Aceh Timur, Ini Tuntutannya!

Massa Penambang Minyak Demo Kantor DPRK Aceh Timur, Ini Tuntutannya!

Massa meminta pemerintah agar tetap mengizinkan masyarakat melaksanakan aktivitas pengeboran minyak tradisional seperti biasa.

Massa Penambang Minyak Demo Kantor DPRK Aceh Timur, Ini Tuntutannya!SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRIMasyarakat penambang minyak secara tradisional dari berbagai kawasan di Kabupaten Aceh Timur, berunjuk rasa ke Kantor DPRK setempat, Senin (7/5/2018).

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Masyarakat kelompok penambang minyak tradisional dari sejumlah kecamatan di Aceh Timur, Senin (7/5/2018) melancarkan aksi unjuk rasa k e Kantor DPRK Aceh Timur.

Massa berdatangan dengan berbagai jenis kendaraan itu tiba di pusat perkantoran Aceh Timur pukul 11.00 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk yang telah bertuliskan aspirasi dan tuntutan.

Proses penyampaian orasi yang diwakili para koordinator massa, dikawal ketat aparat keamanan gabungan dari TNI/Polri, dan Brimob. Sejumlah kendaraan anti huru-hara milik polisi juga disiagakan.

(Baca: Ketum Akademi Migas: Permen ESDM Memperbolehkan Rakyat Kelola Sumur Minyak Tua)

(Baca: Massa Hadang Mobil Dirjen Kemensos RI dan Bupati Aceh Timur, Tuntut Sumur Minyak Dilegalkan)

(Baca: BREAKING NEWS - Polres Aceh Timur Amankan L300 Bermuatan 3 Ton Minyak Mentah)

Tak lama setelah berorasi, sejumlah perwakilan massa melanjutkan pertemuan di dalam Kantor DPRK dengan Bupati Aceh Timur, Kapolres, Sekda, Kasdim 0104/Atim, Ketua DPRK, dan sejumlah Anggota DPRK Aceh Timur.

Dalam unjuk rasa itu, massa meminta pemerintah agar tetap mengizinkan masyarakat melaksanakan aktivitas pengeboran minyak tradisional seperti biasa.

Massa juga meminta musibah kebakaran sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, ditetapkan sebagai bencana daerah, serta meminta polisi membebaskan warga yang ditahan.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Seni Hendri Editor: Safriadi Syahbuddin Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »