www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hari Buruh di Aceh, Nasib Pengangguran Bagaimana?

Posted by On 19.29

Hari Buruh di Aceh, Nasib Pengangguran Bagaimana?

Salam

Hari Buruh di Aceh, Nasib Pengangguran Bagaimana?

Setiap kali memperingati Hari Buruh Internasional (1 Mei), konsentrasi banyak pihak adalah tentang besaran upah

Hari Buruh di Aceh, Nasib Pengangguran Bagaimana?MASSA dari mahasiswa dan elemen sipil serta pekerja di Aceh Barat melancarkan aksi demo hari buruh di depan DPRK setempat

Setiap kali memperingati Hari Buruh Internasional (1 Mei), konsentrasi banyak pihak adalah tentang besaran upah yang mereka terima, tentang jam kerja, sampai tentang hak-hak khusus seperti THR menjadi topik yang sangat disorot pengamat dan menjadi tuntutan para buruh. Para pekerja umumnya menilai pemberian upah di Indonesia kurang mem enuhi standar hidup.

Penaikan upah pekerja sebesar 13,28% pada tahun 2013 dinilai kurang layak dikarenakan kondisi kenaikan tarif listrik dan BBM serta melemaahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, sehingga kebutuhan para pekerja dengan keluarganya belum tercukupi dengan baik. Soal kontrak kerja serta jaminan hari tua para buruh pun masih diperjuangkan.

Selain itu, kita melihat di kalangan buruh masih ada anggapan pemerintah berkonspirasi dengan pelaku usaha untuk menekan buruh. Keberadaan UU Ketenagakerjaan dianggap macan ompong karena adanya pembiaran dan penerbitan aturan oleh pemerintah yang justru bertentangan dengan semangat UU itu sendiri.

Di sebagian kalangan dunia usaha, buruh diposisikan sebagai musuh terbesar karena aksi anarkistis dan tuntutan mereka dianggap faktor yang mengancam kesinambungan perusahaan. Sementara pemerintah sendiri sering tak berdaya dan kurang aktif menjembatani dua kepentingan serta menciptakan situasi kondusif agar kepentingan pencari kerja dan pemberi kerja tak bertabrakan.

Di samping soal buruh, sebetulnya di Aceh ini ada masalah pengangguran yang juga sangat memrihatinkan. Akan tetapi, para pengangguran tidak punya momentum khusus guna mengajak orang lain, terutama pemerintah untuk melihat dan memikirkan nasib pengangguran.

Di Aceh, masalah pengangguran sangat mendesak untuk dipikirkan. Jumlah pengangguran di Aceh pada Agustus 2017 mencapai 150.000 orang atau 6,57 persen. Dan ini tertinggi di Sumatera. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan, jumlah angkatan kerja di daerah mencapai 2,289 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Tanah Rencong pada Agustus 2017 berjumlah 2,139 juta orang. Bertambah sekitar 51.000 orang dibandingkan Agustus 2016 sebesar 2,087 juta orang.

Fakta dan data yang disampaikan BPS itu pastilah harus menjadi peringatan bagi pemerintahan Aceh. Usaha yang bisa dilakukan sekarang adalah mempercepat pemb angunan KEK Arun serta memuluskan pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional lainnya di Aceh.

Ada juga yang menyarankan supaya pengelolaan dana otsus lebih berorientasi pada peningkatan SDM dan membangkitkan roda ekonomi masyarakat Aceh. Jangan setiap tahunnya dana otsus hanya tersedot untuk pembangunan fisik atau infrastruktur. Nah?!

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »