www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Memilih Kepala SKPA Terbaik

Posted by On 04.25

Memilih Kepala SKPA Terbaik

Opini

Memilih Kepala SKPA Terbaik

SETELAH pelaksanaan psikotes tiga besar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (P2JP) Lingkup Pemerintah Aceh, Gubernur Irwandi Yusuf

Memilih Kepala SKPA TerbaikKoordinator GeRAK Aceh, Askhalani, bersama pemateri lain, Jubir Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Redaktur Polhukam Serambi Indonesia, Yocerizal, Akademisi Unsyiah, Kurniawan, dan Kepala Sekolah Antikorupsi (SAKA), Mahmuddin memberikan keterangan pada diskusi publik dengan tema 'Menelisik Rekam Jejak Calon Kepala SKPA' di 3 in 1 Cafee, kawasan Lampineung, Banda Aceh, Selasa (6/3).

(Profesionalisme dan Integritas untuk ‘Aceh Hebat’)

Ole h Miswar Fuady

SETELAH pelaksanaan psikotes tiga besar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (P2JP) Lingkup Pemerintah Aceh, Gubernur Irwandi Yusuf akan melantik secara bertahap Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh ini. Inilah langkah terpenting yang sangat menentukan apakah ambisi Aceh Hebat Pemerintah Irwandi-Nova nanti akan terwujud atau tidak. Betapa tidak, janji-janji politik pemimpin daerah akan dijawantah melalui program-program pembangunan, sementara berhasil tidaknya pembangunan sebagai kristalisasi dari janji-janji politik tersebut sangat tergantung pada efektif tidaknya kinerja birokrasi yang berfungsi sebagai lembaga operator pembangunan.

Maka itu, untuk memastikan keberhasilan kerja-kerja pemerintahannya ke depan, sebagaimana kini tengah berlangsung, Gubernur Irwandi telah menerapkan mekanisme fit and proper test untuk menyeleksi kepala-kepala SKPA para pembantunya. Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya Gubernur Irwandi juga telah menerapkan mekanisme i ni pada masa kepemimpinan pertamanya sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012 lalu, dan menjadi pioner best practise reformasi birokrasi di Indonesia.

Kita patut mengapresiasi langkah Gubernur Irwandi ini, setidaknya seleksi terbuka dalam rekrutmen pejabat SKPA ini menjadi bukti dari komitmennya untuk membangun birokrasi Pemerintah Aceh yang reformis, profesional, dan beritengritas, sehingga diharapkan dari proses ini dapat lahir sosok-sosok kepala SKPA terbaik, yang mampu menjadi garansi bagi keberhasilan program-program pembangunan Aceh untuk tahun-tahun yang akan datang.

Masih tertinggal
Kita sadar bahwa tantangan pembangunan Aceh ke depan cukup berat. Anggaran berlimpah tapi dalam banyak indikator pembangunan kita justru masih tertinggal dari daerah lain. Sementara kemampuan keuangan daerah kita juga rendah, dan sangat tergantung pada suntikan dana Otsus yang kebetulan berada pada momentum alokasi puncaknya dalam lima tahun ke depan, yaitu sebesar 2% dari Dana A lokasi Umum (DAU). Tak bisa tidak, birokrasi Pemerintah Aceh ke depan harus digerakkan oleh sosok-sosok terpilih, terbaik, dengan segala kecapakan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadikan Aceh lebih maju dan sejahtera.

Di sinilah sesungguhnya pertaruhan masa depan Aceh bermula. Karena itu, sosok-sosok kepala SKPA terpilih nantinya, sudah semestinya mampu membayar kepercayaan yang diberikan gubernur, mampu membuktikan diri sebagai “panglima perang” di garis depan, berjihad membebaskan Aceh dari segala keterpurukan dan ketertinggalan.

Untuk memenuhi kualitas sebagai seorang “panglima perang” ini setidaknya ada enam kualitas yang harus dimiliki oleh seorang kepala SKPA, yaitu memiliki kualitas leadership dan kemampuan manejerial yang baik, memahami persoalan pembangunan Aceh, memiliki kecakapan teknis, memiliki inovasi, mampu menawarkan/menciptakan solusi atas problem pembangunan Aceh, bermental petarung, serta sehat dan memiliki tenaga ekstra untuk mengemb an tanggung-jawab besar selaku pimpinan tertinggi SKPA. Dengan semua kualifikasi ini semua kepala SKPA mesti mampu menampilkan dirinya sebagai sosok man of vision, mission, action, and solution, sekaligus dalam rangka membantu gubernur mewujudkan “Aceh Hebat”.

Jadi penetapan dan pelantikan kepala SKPA hasil fit and proper test nanti sesungguhnya bukanlah proses akhir dan berhenti sampai di situ, melainkan justru adalah prakondisi atau awal dari derap langkah pemerintah Irwandi-Nova merealisasikan janji-janji politik mereka kepada rakyat Aceh, dalam lima tahun ke depan. Karena itu sebagaimana lazimnya, kinerja para kepala SKPA ini nantinya tentu akan dievaluasi untuk melihat sejauh mana mereka mampu mengemban amanah dan kepercayaan yang diberikan gubernur.

Kita harus memahami birokrasi adalah lembaga teknis. Oleh karena itu, etos seorang kepala birokrasi mestilah berkarakter taktis-sistemik. Taktis artinya cepat, sigap, cekatan, tidak bertele-tele dan berorientasi p ada aksi dan solusi, bukan teori. Sistemik, artinya kesemuanya bermuara pada cita-cita memperbaiki dan membangun sistem dalam rangka melaksanakan fungsi layanan publik dan menyejahterakan rakyat.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »