GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ormas Demo Hotel Hermes

Ormas Demo Hotel Hermes

Ormas Demo Hotel Hermes Sejumlah massa yang menamakan diri Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) menggelar demo di depan Hotel HermesJumat, 22 Desember 2017 11:09GENERAL Manager (GM) Hotel Hermes Palace, Sy…

Ormas Demo Hotel Hermes

Ormas Demo Hotel Hermes

Sejumlah massa yang menamakan diri Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) menggelar demo di depan Hotel Hermes

Ormas Demo Hotel HermesGENERAL Manager (GM) Hotel Hermes Palace, Syafrial Munas memberikan klarifikasi tentang dugaan adanya pesta waria di hadapan demonstran yang menamakan diri Front Anti Kejahatan Sosial (Faksi) yang berorasi di depan Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis (24/12).

* Terkait Dugaan Pesta Waria

BANDA ACEH - Sejumlah massa yang menamakan diri Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) menggelar demo di depan Hotel Hermes Palace di Jalan Panglima Nyak Makan, Banda Aceh, Kamis (21/12) siang. Aksi tersebut terkai t dugaan adanya pesta waria di hotel tersebut, beberapa hari lalu.

Massa dari beberapa ormas itu menyampaikan orasi di depan pintu gerbang hotel di bawah guyuran hujan. Dalam aksi itu, massa yang terdiri atas santri, mahasiswa, aktivis, dan masyarakat turut membawa spanduk bertuliskan ‘Tutup, Hermes Palace Langgar Syariat’ dan ‘Jangan Langgar Syariat Islam’.

Mereka dikawal ketat aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Dalam aksi itu, polisi wanita (polwan) menjadi ‘benteng’ utama penghadang massa ‘Aksi Bela Syariat di Aceh’ itu. Satu unit baracuda juga dikerahkan ke lokasi. Aksi tersebut menjadi pusat perhatian pengguna jalan.

“Masyarakat kita sudah mengetahui bahwa di hotel ini barang kali hotel mewah di Aceh, tapi sudah beberapa kali terjadi pelanggaran syariat Islam,” teriak seorang orator. “Belakangan ini mereka yang dikenal dengan waria melakukan pelanggaran di sini,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara.

Dia me minta semua pihak untuk menghargai Aceh. Begitupun, dia meminta pemimpin untuk bersikap atas pelanggaran dan mencegahnya. “Kami tidak senang pelanggaran syariat Islam dilakukan di Aceh. Kalau mau lakukan pelanggaran pergi dari Aceh karena Aceh tanah aulia,” ujar dia lagi.

Orator lain menyampaikan, pihaknya tidak marah dengan adanya hotel bintang lima itu hadir di Aceh. Asalkan tetap menjaga tatanorma dan kearifan lokal yang ada di Aceh. “Kami tidak membenci hotel Hermes, yang kami benci (hotel) ini dijadikan tempat maksiat,” teriak perwakilan FPI itu.

Untuk diketahui, pada Sabtu (16/12) malam, warga Banda Aceh dihebohkan dengan beredarnya kabar adanya kontes waria di Hotel Hermes Palace. Informasi tersebut beredar keras di media sosial (medsos), bahkan enam waria berhasil diamankan ke Kantor Satpol PP dan WH Aceh.

“Di medsos terlihat waria melakukan pesta di hotel ini. Mereka bahkan membuat status di facebook. Ini yang membuat kami masyarakat Aceh terl uka. Kami berharap pihak Hotel Hermes taat kepada syariat, jika melanggar syariat kami yang akan segel hotel ini,” kata salah satu masyarakat, Yulinda Wati.

General Manager (GM) Hotel Hermes Palace, Syafrial Munas, yang menyambut massa memberikan penjelasan terkait persoalan yang mencuat tersebut. Seraya bersumpah demi Allah, dia mengatakan bahwa tidak ada acara penobatan waria di hotelnya, melainkan acara ulang tahun dan makan malam.

“Demi Allah saya bicara benar. Saya beritahukan bahwasanya tidak ada acara penobatan waria, saya bicara apa adanya. Yang saya tahu ulang tahun, kemudian ada acara makan malam dan lainnya,” jelas Syafrial yang dikawal polisi, termasuk Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH.

Syafrial menyampaikan dirinya telah bertanya kepada karyawannya bahwa memang ada tamu yang berpakaian waria pada malam itu. Tetapi tidak ada pesta waria di hotelnya. “Saya bicara apa adanya, demi Allah,” ujar dia lagi seraya kembali bersumpah.

Bagaimana sekiranya jika ke depan Hotel Hermes Palace kembali melakukan pelanggaran syariat, apa siap ditutup? Tanya Ketua KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad kepada Syafrial.

“Apapun yang terjadi saya yang bertanggungjawab terhadap hotel. Hotel tidak perlu ditutup, karena saya yang bertanggungjawab. Mungkin (selama ini) ada kekurangan, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Cukuplah saya yang dihukum jika salah, tidak perlu ditutup hotel,” jawab Syafrial diakhir aksi.(mas)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar