GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh

Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh

Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh Panitia Sayembara Himne Aceh di DPRA akhirnya menetapkan juara I sayembara himne Aceh, setelah melewatiSelasa, 12 Desember 2017 13:57Mahrisal Rubi��������������…

Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh

Mahrisal Rubi Pemenang Himne Aceh

Panitia Sayembara Himne Aceh di DPRA akhirnya menetapkan juara I sayembara himne Aceh, setelah melewati

Mahrisal Rubi Pemenang Himne AcehMahrisal Rubi

BANDA ACEH - Panitia Sayembara Himne Aceh di DPRA akhirnya menetapkan juara I sayembara himne Aceh, setelah melewati beberapa tahapan, termasuk tahapan penjurian oleh 15 dewan juri. Pemenang utama sayembara himne Aceh jatuh kepada Mahrisal Rubi dengan judul karyanya Aceh Mulia.

Penetapan pemenang utama sayembara himne Aceh diumumkan DPRA melalui pengumuman resmi yang ditandatangani Ketua DPRA, Tgk Muharuddin melalui Harian Serambi Indonesia, Senin (11/12). Dalam pengumuman itu, panitia sayembara juga menyertakan lirik atau syair himne k arya Mahrisal Rubi, berikut dengan partitur not baloknya.

Sebagaimana diketahui, total karya yang ikut berkompetisi dalam Sayembara Himne Aceh sebanyak 85 karya. Setelah dilakukan seleksi administrasi, presentasi, dan demonstrasi karya pada 27-28 November, dewan juri kemudian menetapkan tujuh nominasi pemenang, yakni Muslizar SPd, CIOFF Aceh (Aidi Kamal), Dandi Bachtiar, Moritza Thaher, Subur Dani, Mahrisal Rubi, dan Dr Ir Wesli MT.

Selanjutnya, ketujuh nominasi kembali dinilai secara ketat, termasuk diperdengarkan ke Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar pada Kamis (7/11). Hingga akhirya, setelah melewati penilaian cukup selektif, 15 orang dewan juri menetapkan peserta nomor 42, yakni Mahrisal Rubi, sebagai pemenang utama Sayembara Himne Aceh.

Lantas, siapa Mahrisal Rubi? Penelusuran Serambi, Mahrisal Rubi adalah putra kelahiran Bireuen yang telah lama menetap di Banda Aceh. Dalam dunia produksi musik Aceh, namanya lebih dikenal dengan sebutan Adek, ia te rmasuk salah satu komposer Aceh yang memulai karier musiknya dari panggung ke panggung sejak tahun ‘90-an.

Tahun 2001, Mahrisal terjun dalam dunia recording, insting musik yang ia miliki membawa ayah dua anak ini ke industri rekaman. Tahun 2001, Mahrisal bersama sahabatnya Taufik Opay, mendirikan studio recording di kawasan Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Dari situ, Mahrisal mengasah ilmu musik dan recording-nya, serta membantu mengorbitkan beberapa penyanyi Aceh kala itu.

“Itu studio pertama tahun 2001. Kemudian, tahun 2004 kami sempat pindah ke Infokom Aceh. Di sana bertahan sampai 2008, lalu ke luar dari Infokom kemudian buka studio sendiri (home recording) sampai sekarang,” kata Mahrisal kepada Serambi kemarin.

Sepak terjangnya dalam industri musik patut diacungi jempol, ia terlibat dalam penggarapan beberapa album terlaris di Aceh, seperti album Kuthidhieng milik penyanyi etnik modern Aceh, Liza Aulia dan album grup band papan atas Aceh, Seuramoe Reggae. “Ada juga beberapa lainnya yang kebetulan saya terlibat dalam penggarapan,” kata Mahrisal.

Tak hanya itu, Mahrisal Rubi juga salah satu pelaku musik yang memiliki andil besar dalam memperkenalkan konsep musik tradisi di Aceh sejak sebelum tsunami bersama rekan-rekannya. Hingga saat ini, pria yang lihai menarikan jari-jemarinya di atas tuts piano, masih mencurahkan ide dan pikirannya untuk terus memajukan indsutri musik di Aceh.

Kepada Serambi, Mahrisal mengaku, keikutsertaannya dalam Sayembara Himne Aceh tak lain adalah kecintaannya kepada Aceh. Karya himne Aceh yang ia cipta, dipersembahkan untuk Aceh. “Saat mau penutupan, saya merasa terpanggil untuk ikut. Jika tidak salah, saya baru berencana ikut pada tanggal 19 November, sedangkan penutupan karyanya pada tanggal 20,” ungkap Mahrisal.

Saat mulai menggarap lagu, Mahrisal mengaku membuang semua teori atau ilmu musik yang ia miliki. Ia mencipta nada dengan hati, agar melahirkan sebuah ritme yang mengalir begitu saja. “Kecintaan saya untuk Aceh saya kumpulkan dalam nada dan lagu ini. Nada lagu ini saya buat begitu simple, agar ini bisa dinyanyikan oleh semua kalangan, anak-anak hingga dewasa dan oleh semua masyarakat di Aceh,” katanya.

Mahrisal mengirim karyanya pada detik-detik terakhir penutupan Sayembara Himne Aceh. Tekadnya mempersembahkan karya tersebut untuk Aceh. “Saya niat saja, jika menang alhamdulillah, jika tidak ya sudah. Yang penting sudah berusaha untuk ikut dan berkarya. Dan alhamdulillah saya juara, tentu syukur kepada Allah,” pungkas Mahrisal Rubi.

Terpisah, Ketua Steering Commite (SC) Sayembara Himne Aceh di DPRA, Abdullah Saleh SH megucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam sayembara. Ia mengatakan, penetapan tujuh nominasi dan pemenang utama dilakukan secara profesional oleh 15 dewan juri yang capable di bidangnya masing-masing. “Kami ucapkan selamat kepada pemenang. Ini adalah keput usan dewan juri tanpa ada intevensi siapa pun,” ujarnya.

Sebagaimana juga sudah diumumkan, kepada pemenang utama, yakni Mahrisal Rubi, berhak menerima hadiah uang tunai Rp 100 juta, sedangkan untuk enam nominasi lainnya masing-masing mendapatkan hadiah Rp 20 juta. “Penyerahan hadiahnya nanti akan diumumkan kembali. Rencana kita akhir bulan ini,” demikian Abdullah Saleh. (dan)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar