GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang Asli

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang Asli

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang Asli Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Kamis (14/12), mengelar sosialisasi mengenal uang asli kepada penyandang TunanetraJumat, 15 Desember 2017 10:05Tunanet…

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang Asli

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang Asli

Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Kamis (14/12), mengelar sosialisasi mengenal uang asli kepada penyandang Tunanetra

BI Latih Tunanetra Mengenali Uang AsliTunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aceh mengikuti kegiatan sosialisasi mengenal uang asli yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Aceh, di Kantor Bank Indonesia, Banda Aceh, Kamis (14/12). SERAMBI/BUDI FATRIA

BANDA ACEH - Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Kamis (14/12), mengelar sosialisasi mengenal uang asli kepada penyandang Tunanetra, yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia, Banda Aceh.

Kegiatan itu diikuti sekitar 100-an Tunane tra dari Banda Aceh dan Aceh Besar yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aceh. Dalam pelatihan itu, para Tunanetra diberikan semua nominal uang kertas keluaran terbaru. Pada uang kertaskeluaran 2016 sudah dilengkapi garis timbul untuk membedakan uang asli dengan palsu.

Selain itu, setiap ang dilengkapi dengan garis timbul yang berbedabeda jumlahnya, uang nominal terbesar memiliki satu garis dan nominal terkecil memiliki tujuh garis.

Sehingga dengan garis itu, mereka dapat mengetahui uang asli sekaligus nominalnya. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Ahmad Farid, mengatakan, sosialisasi pengenalan uang asli itu merupakan bagian dari memandirikan Tunanetra. Karena selama ini, mereka juga berhubungan denga uang setiap harinya sehingga perlu diberikan pemahaman mengenal uang asli.

Dengan pemahaman itu,para Tunanetra juga dapat mengantisipasi adanya penipuan. “Kita ingin uang rupiahdapat dikenali oleh seluruh lapisan masyarakat, kita melih at masyarakat ada yang normal, ada juga yang disabilitas, dan di Aceh juga banyak Tunanetra yang tergabung dalam pertuni yang butuh pemahaman ini,” ujar Ahmad Farid.

Ke depan, lanjut AhmadFarid, Bank Indonesia ingin lebih memperdayakan para penyandang Tunanetra tersebut. Misalnya dengan menggandeng pemerintahuntuk memberi pelatihan skil, seperti pijat. Sehingga dengan ada kemampuan pijat bersertifikasi, mereka lebih mandiri dan sejahtera.

Dia menambahkan, saatini para Tunanetra sudah tergabung dalam sebuah organisasi, tentu akan memudah pihak ketiga memberi bantuan. Sehingga kedepanbanyak peluang dan kesempatan untuk menambah kesejahteraan yang dapat dilaksanakan.(mun)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Su mber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar