www.AlvinAdam.com

Berita 24 Aceh

Terpopuler Bulanan Ini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Aceh Potensial Kembangkan Tenaga Angin

Posted by On 22.27

Aceh Potensial Kembangkan Tenaga Angin

Aceh Potensial Kembangkan Tenaga Angin

Aceh sangat besar potensi pengembangan listrik tenaga angin dan tenaga matahari

Aceh Potensial Kembangkan Tenaga AnginGreenpeacePembangkit listrik tenaga angin

* Untuk Jadi Arus Listrik

BANDA ACEH - Aceh sangat besar potensi pengembangan listrik tenaga angin dan tenaga matahari. Berdasarkan hasil pengukuran tekanan angin pantai dan daerah pegunungan selama setahun, tenaga paling rendah berada pada tekanan angin 5-6 m/s detik. Informasi ini disampaikan dua dosen dari Fakultas Teknik Unsyiah, yakni Prof Dr Ir Ahmad Suhada M.Eng dan Dr Suryadi ST MSc.

“Tekanan angin pantai dan pegunungan sebesar itu, kalau menggunakan dinamo kincir an gin/wind power/wind turbine bisa menghasilkan arus 200-1.000 KWH,” kata Dr Suryadi ST MSc dalam seminar Energi Baru Terbarukan yang dilaksanakan oleh PLN Aceh, Rabu (20/12).

Seminar ini dibuka oleh GM PT PLN Persero Wil I Aceh Ir Jefri Rosiadi yang dihadiri oleh kalangan dunia usaha, dosen, dan mahasiswa teknik dari berbagai universitas di Aceh.

Suryadi mengatakan, teknologi listrik tenaga angin (bayu) yang menggunakan wind turbine sudah banyak digunakan di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Perancis, Kanada, Denmark, Ukrania, Cina, dan India, yang berjumlah sekitar 200.000 unit dengan kapasitas tenaga listrik yang dihasilkan hingga 318.105 MW.

Dari 10 negara yang menggunakan wind power/wind turbine yang digerakkan oleh angin tersebut di atas, kata Suryadi, yang paling banyak menggunakan adalah Cina. Pada tahun 2013, tenaga listrik yang dihasilkan dari tenaga angin dengan cara menggunakan wind power baru mencapai 16.088 MW. Sekarang ini telah mencapai 91.412 MW, meningkat 5 kali lipat lebih.

Selanjutnya Amerika Serikat. Pada tahun 2013 lalu, energi listrik yang dihasilkan dari wind turbine sebanyak 1.084 MW, tapi kini sudah mencapai 61.091 MW, naik 56 kali lipat Sedangkan di Jerman, pada tahun 2013 posisi tenaga listrik dari wind turbine-nya baru sekitar 3.238 MW, kini sudah menjadi 34.250 MW atau naik 10 kali lipat lebih.

Sedangkan India, jumlah energi listriknya yang dihasilkan pada 2013 sebesar 1.729 MW, tapi kini mencapai 20.150 MW. Letak Aceh yang berbatasan dengan Laut Hindia, sangat berpotensi untuk dikembangkan listrik tenaga angin, seperti halnya Provinsi Tamil Nadu di India. Untuk pemenuhan kebutuhan listrik penduduk dan industri, mereka gunakan wind power yang digerakkan oleh angin. Dari wind power yang dimiliki provinsi tersebut, telah menghasilkan tenaga listrik mencapai 7.253 MW/hari.

“Kalau sebuah provinsi di India saja bisa menghasilkan tenaga listrik dari angin sebanyak itu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik penduduk yang berjumlah banyak, rasanya untuk memenuhi kebutuhan listrik 5,2 juta jiwa warga Aceh sebesar 400 - 450 MW/hari tidak perlu banyak memasang kincir angin,” tandasnya.

Sedangkan Prof Dr Ir Ahmad Suhada M.Eng mengatakan, negara-negara maju dan Afrika yang memiliki sumber potensi angin tahunannya yang kuat maupun musim panas yang panjang, menggunakan dua teknologi untuk memenuhi kebutuhan listrik, yaitu listrik tenaga angin (bayu) dan listrik tenaga matahari (surya). Bahkan ada beberap negara menggabungkan dua alat penghasil tenaga listrik itu dalam satu tiang dan menara. Terutama untuk daerah yang perubahan musim dan iklimnya cukup signifikan. “Mereka tidak lagi menggunakan listrik tenaga disel, gas maupun batu bara. Mereka sekarang lebih cenderung menggunakan listrik tenaga baru dan terbarukan, yaitu angin, matahari, dan air,” kata Ahmad Suhada.

Dari tiga jenis pembangkit tenga listrik tersebut, kata Ahmad Suh ada, baru tenaga air yang banyak di Indonesia, sedangkan untuk matahari dan angin masih sedikit. Anehnya lagi, penempatan tiang listrik tenaga matahari di Kota Banda Aceh, kata dia, banyak yang salah tempat.

Misalnya saja listrik tenaga matahari (solar sel) yang ditempatkan di jalan Lamteh sampai Pango dan Taman Sari, yang berada di bawah pohon.” Kalau seperti itu penempatannya, bukan kontraktornya yang salah, tapi perusahaan perencanaannya tidak mengerti bagaimana cara memasang tiang listrik tenaga matahari yang benar,” ujar Ahmad Suhada.(her)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »