GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Aceh Hebat atau Aceh ''Hah Babah''?

Aceh Hebat atau Aceh ''Hah Babah''?

Kupi Beungoh Aceh Hebat atau Aceh ‘’Hah Babah’’? Lagi-lagi ini sungguh kontradiktif, dengan alokasi anggaran yang melimpah tetapi mutu pendidikan masih renda…

Aceh Hebat atau Aceh ''Hah Babah''?

Kupi Beungoh

Aceh Hebat atau Aceh ‘’Hah Babah’’?

Lagi-lagi ini sungguh kontradiktif, dengan alokasi anggaran yang melimpah tetapi mutu pendidikan masih rendah.

Aceh Hebat atau Aceh ‘’Hah Babah’’?ISTMunawar AR

Oleh: Munawar AR

BAGI warga gampong di penjuru Serambi Mekkah, mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi adalah bagian dari khayalan.

Tak semua orang berhasil walau sumber daya alamnya melimpah ruah.

Bukan kebetulan jika Tuhan atau kekuatan tak terlihat itu menempatkan kita di sebuah tanah dan air yang kekayaannya tak terkira.

Belum lagi tumpahan dana otsus yang melimpah.

Bagi orang Aceh tempoe doeloe, pendidikan ju ga senjata ampuh yang memiliki kekuatan mengubah masa depan, dan kerap dibicarakan dari rumah ke rumah, dari lorong ke lorong sampai ke gampong tetangga.

Narit maja tentang fadhilah pendidikan juga acap dituturkan sambil mengunyah sirih dan pinang.

Benar saja, mengunyah pinang ternyata tidak sekedar membawa efek positif dalam berkomunikasi atau menghilangkan bau mulut, melainkan juga mampu mereduksi sakit gigi, karena pinang dan sirih memang memiliki kandungan antiseptik.

Ya. Jauh sebelum pemerintah pusat mengucurkan dana otonomi khusus (Otsus), ternyata sirih dan pinang adalah potret ‘kebersamaan’ Aceh di masa lampau.

Pohon yang sering di‘panjat’ menjelang Dirgahayu Republik Indonesia itu menjadi salah satu pundi-pundi ekonomi, termasuk dalam menyekolahkan anak-anak negeri.

Halaman selanjutnya 1234
Editor: Zaenal Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar