GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

59% Tenaga Kerja Warga Aceh

59% Tenaga Kerja Warga Aceh

59% Tenaga Kerja Warga Aceh General Manager (GM) PT Medco EP Malaka, Herman Husein mengatakan bahwa dalam mengoperasikanSelasa, 12 Desember 2017 10:38Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul …

59% Tenaga Kerja Warga Aceh

59% Tenaga Kerja Warga Aceh

General Manager (GM) PT Medco EP Malaka, Herman Husein mengatakan bahwa dalam mengoperasikan

59% Tenaga Kerja Warga AcehPemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar bersama Pemimpin Perusahaan, Mohd Din menerima kunjungan Senior Manager of Relations PT Medco E&P, Drajat Iman Panjawi dan General Manager PT Medco E&P Malaka, Herman Husein bersama rombongan yang berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (11/12). SERAMBI/BUDI FATRIA

BANDA ACEH - General Manager (GM) PT Medco EP Malaka, Herman Husein mengatakan bahwa dalam mengoperasikan Blok A pihaknya menampung sebanyak 3.738 te naga kerja. Dari jumlah itu, sebesar 59 persen tenaga kerjanya merupakan warga Aceh, sisanya 41 persen merupakan para profesional dari luar Aceh.

Ia menyebutkan bahwa Oktober 2016 Medco sudah merekrut 40 putra Aceh yang akan mengisi posisi sebagai operator dan teknisi. Kemudian mereka diberi pelatihan di Cepu, Jawa Tengah, seusai pelatihan mereka dipekerjakan di blok migas milik Medco di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi.

“Sekarang mereka kita pekerjakan dulu di beberapa blok milik Medco, nantinya mereka akan kita pulangkan ke Aceh untuk mengelola Blok A,” ujar Herman kemarin.

Herman menjelaskan, saat Medco sudah berupaya menampung sebagian besar tenaga kerjanya warga Aceh. Namun, ia meminta masyarakat sekitar blok migas itu bahwa Medco tidak dapat menampung semua tenaga kerja. Sebab, tenaga kerja yang dibutuhkan hanya sekitar 3.000 orang, sedangkan yang tersedia di wilayah tersebut sekitar 16.000 orang.< /p>

Selain itu, dalam menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Medco sudah membangun Rumah Sakit dr Zubir Mahmud di Idi, Aceh Timur. Membantu satu unit ambulans ke Pidie Jaya serta menjalan program perbaikan rumah duafa serta fasilitas umum di kawasan operasionalnya.

Herman menjelaskan bahwa hasil produksi dari Blok A akan dibagi sebesar 25 persen menjadi milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yaitu Medco EP Malaka dan Kris Energy, sedangkan 75 persen menjadi hak pemerintah.

Dalam hal itu, khusus di Aceh, dari 75 persen jatah pemerintah tersebut, 70 persen menjadi milik Pemerintah Aceh dan 30 persen menjadi milik pemerintah pusat. (mun)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar