GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pansel Eselon II Disorot

Pansel Eselon II Disorot

Pansel Eselon II Disorot Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah membentuk panitia seleksi (pansel) uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test)Selasa, 21 November 2017 14:44ALFIAN, Koordinator MaTA������…

Pansel Eselon II Disorot

Pansel Eselon II Disorot

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah membentuk panitia seleksi (pansel) uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test)

Pansel Eselon II DisorotALFIAN, Koordinator MaTA

* Satu Anggota Terlibat Korupsi

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah membentuk panitia seleksi (pansel) uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh. Ada sembilan orang yang masuk dalam tim ini.

Namun dalam perjalanannya, tim ini mendapat sorotan dari Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA). Pasalnya, salah seorang anggota tim ditengarai terlibat kasus korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Aceh.

Anggota tim p ansel yang disorot MaTA adalah mantan sekretaris daerah (sekda) Aceh, Husni Bahri TOB MHum yang terlibat dalam kasus korupsi pengolahan dana migas pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA), tahun 2010 lalu. “Penunjukan Husni Bahri TOB sebagai salah satu anggota pansel, menurut kami, menunjukkan bahwa tim pansel belum sepenuhnya bersih dan teruji integritasnya,” kata Koordinator MaTA, Alfian kepada Serambi Senin (20/11).

Penelusuran Serambi, pada akhir Februari lalu, tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menetapkan Husni Bahri TOB sebagai tersangka kasus korupsi DPKKA sebesar Rp 22 miliar lebih. Penetapan tersangka mantan Sekda Aceh itu tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor: R- 0879/N.1/Fd.1/02/2017 tanggal 21 Februari 2017 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh saat itu, Raja Nafrizal, SH.

Alfian mengatakan, MaTA mendukung dan mengapresiasi upaya Irwandi Yusuf selaku pimpinan tertinggi Pemerintah Aceh untuk melakukan uji kep atutan dan kelayakan bagi calon kepala dinas di lingkungan Pemerintah Aceh. Namun, MaTA mendesak agar tim yang terlibat dalam pansel, memiliki rekam jejak yang bersih.

“Individu yang terlibat dalam rekrutmen dan seleksi pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh harus memiliki rekam jejak yang baik dan teruji integritasnya. Selain itu, harus punya kapasitas dan kapabilitas yang baik. Mereka juga mesti punya integritas yang bebas dari rekam jejak bermasalah secara hukum maupun sosial,” kata Alfian.

Terkait keterlibatan Husni Bahri TOB yang memang jelas-jelas sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, MaTA mendesak Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk segera membatalkan keanggotaannya dalam tim penyeleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut. “Anggota yang berstatus tersangka korupsi harus dibatalkan. Bagaimana mengharapkan lahirnya pejabat yang bersih jika tim seleksinya ada yang tersangka kasus korupsi,” ujar Alfian

Dengan dimasukkan nama Husni Bahri TOB dalam tim pansel itu, MaTA juga mempertanyakan komitmen Gubernur Aceh dalam melahirkan birokrasi yang bersih. Padahal, salah satu program yang digadang-gadang Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah adalah mewujudkan birokrasi yang bersih.

Kalau saja anggota tim pansel yang berstatus tersangka korupsi tidak dibatalkan oleh gubernur, menurut MaTA, kabinet kerja yang dilahirkan oleh tim pansel nanti patut diragukan integritas dan mental antikorupsinya oleh publik. “Jika dari personal anggota tim pansel saja sudah ada yang bermasalah, maka harapan melahirkan pejabat-pejabat baru yang mampu membangun iklim birokrasi yang baik dan bersih menjadi sulit untuk dicapai,” demikian Alfian MaTA.(dan)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar