GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gubernur Buka 'Duek Pakat Inong Aceh'

Gubernur Buka 'Duek Pakat Inong Aceh'

Gubernur Buka ‘Duek Pakat Inong Aceh’ Sebanyak 500 perempuan Aceh dari berbagai unsur menggelar pertemuan dalam tajuk ‘Duek Pakat Inong Aceh’Jumat, 24 November 2017 09:25SERA…

Gubernur Buka 'Duek Pakat Inong Aceh'

Gubernur Buka ‘Duek Pakat Inong Aceh’

Sebanyak 500 perempuan Aceh dari berbagai unsur menggelar pertemuan dalam tajuk ‘Duek Pakat Inong Aceh’

Gubernur Buka ‘Duek Pakat Inong Aceh’SERAMBI/NANI HSKetua TP PKK Aceh, Darwati A Gani, menyerahkan plakat tanda cinta dari panitia Duek Pakat Ureung Inong Aceh (DPIA) IV, kepada pendiri DPIA, Rukayyan Ibrahim Naim. Penerima lain adalah Naimah Hasan, Lailisma Sofyati, dan Adiwarni Husen.

* Diikuti 500 Perempuan

BANDA ACEH - Sebanyak 500 perempuan Aceh dari berbagai unsur menggelar pertemuan dalam tajuk ‘Duek Pakat Inong Aceh’ (DPIA) IV di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung 23-25 November 2017 itu dibuka Gube rnur Aceh, Irwandi Yusuf.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Hubungan Antarlembaga, Drs Abdul Karim MSi, mengatakan, pihaknya sangat menghargai semangat dan gagasan Balai Sura yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP2P2A) menggelar DPIA IV. Irwandi menilai, forum tersebut penting untuk pemberdayaan dan perlindungan anak sekarang atau nanti.

Gubernur berharap, perempuan Aceh harus bisa mencermati apa saja faktor penghambat kemajuan perempuan Aceh. “Misalnya, ada kesenjangan gender atau rendahnya peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi politik maupun ruang publik. Namun pemerintah tak mungkin menempatkan perempuan secara marginal. Walaupun sebenarnya untuk itu Pemerintah Aceh melalui DP2P2A sudah menyusun program, tapi tetaplah perlu dukungan pihak lain,” ujar Gubernur.

Sementara Wakil Ketua DPR Aceh, T Irwan Djohan mengajak, perempuan Aceh untuk merebut k ursi parlemen di musim pemilihan mendatang. Irwan mengaku miris dengan minimnya wanita di dunia perpolitikan Aceh. Hal itu terlihat minimnya perempuan yang duduk di parlemen. Di DPRK Banda Aceh, katanya, hanya ada satu perempuan. Sedangkan DPRA telah kehilangan dua perempuan, padahal mereka yang menangani soal perempuan.

“Saya suka dengan pertemuan langka tokoh perempuan hari ini. Mari bicara terutama untuk kemaslahatan peremuan dan anak. Semakin banyak perempuan Aceh yang berkualitas, semakin banyak kesempatan duduk di DPRA atau DPRK. Mari berjuang untuk hak-hak perempuan. Karena sebesar apapun peduli laki-laki kepada perempuan, tidak semaksimalnya perempuan mengerti hak-hak dan kebutuhan perempuan,” kata Irwan penuh semangat.

Menjelang siang, Ketua TP PKK Darwati A Gani membacakan petisi untuk mendukung pembahasan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual oleh Pemerintah Aceh dan perwakilan masyarakat sipil Aceh. Petisi tersebut ditandatangani petinggi lainnya, termasuk mantan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Di sisi lain, Panitia Pelaksana DPIA IV juga memberikan tanda cinta kepada Rukayyah Ibrahim Nain, Naimah Hasan, Adiwarni Husen, dan Lailisma Sofyati. Mereka adalah para pendahulu DPIA.

PDIA IV juga ditinjau ulama, akademisi, NGO, legislatif, kelompok korban, eksekutif, ormas, guru, kelompok profesi (pengacara, para medis, pengusaha, notaris), golongan minoritas, ibu rumah tangga, petani/nelayan, perempuan kepala rumah tangga, serta mahasiswa/organisasi kepemudaan. Di arena acara juga digelar pameran produk-produk makanan, sandang, sepatu rajut, dan lain sebagainya yang dikerjakan para perempuan utusan daerah.(nan)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar