GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh Bantuan

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh Bantuan

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh Bantuan Muhammad Luthfi (7,5), yatim warga Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen menderita penyakit kulit anehSabtu, 4 Novemb…

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh Bantuan

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh Bantuan

Muhammad Luthfi (7,5), yatim warga Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen menderita penyakit kulit aneh

Bocah Penderita Penyakit Kelenjar TB Butuh BantuanShutterstockIlustrasi

BIREUEN - Muhammad Luthfi (7,5), yatim warga Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen menderita penyakit kulit aneh atau disebut penyakit kelenjar TB/steven johsen symdroem, butuh bantuan untuk biaya pendampingan berobat, baik ke Banda Aceh maupun ke Medan.

Yusnawati, keluarga bocah itu kepada Serambi, Jumat (3/11), mengatakan, M Luthfi sudah mengalami penyakit itu sejak 2015 lalu dan sudah berulangkali dibawa ke rumah sakit, baik di Bireuen maupun Banda Aceh, dan sekarang dalam pengawasan Dinkes Bireuen melalui petugas medis dari Puskesmas Jeumpa.

“Dua hari lalu, petugas medis juga datang melihat bocah tersebut dan menyarankan lagi untuk segera dibawa ke rumah sakit. Namun keluarga bukan tidak mau membawa, tapi tak ada biaya untuk orang menjaga di sana, serta ada empat anak yatim di rumah bagaimana,” ujarnya.

M Luthfi merupakan anak kelima dari enam bersaudara pasangan M Yusuf (almarhum) dan Jannati, warga miskin di Blang Seupeung. Menurut Yusnawati, bocah itu sudah dibawa ke RSUZA sebanyak 13 kali dan waktu itu hampir membaik. Kemudian dibawa pulang, tapi beberapa bulan kemudian muncul benjolan lagi di dagu dan kondisinya semakin memburuk.

Kulit seluruh badan kehitam-hitaman dan terkelupas dengan mulai mengeluarkan darah dari pori-pori kulit. Dua hari lalu, M Luthfi meminta dirinya dibawa ke kuburan orang tua dan kakaknya atau membawa sedikit tanah kuburan orang tua kepadanya, serta meminta keluarga membac a Surah Yasin.

“Kondisinya semakin parah, saya akan berembuk lagi dengan keluarga untuk dibawa ke rumah sakit Bireuen dan nantinya ke rumah sakit mana dirujuk atau disarankan dokter,” ucap Yusnawati. “Ada beberapa dokter yang menyarankan dibawa ke salah satu rumah sakit di Medan, tapi kami terkendala persoalan biaya,” tukasnya lirih.

Kadiskes Bireuen, dr Amir Addani M Kes kepada Serambi, mengatakan, bocah tersebut mengalami penyakit kulit dan saat ini dalam pengawasan petugas medis dari Puskesmas Jeumpa. “Kami sudah menyarankan untuk segera diopname agar tertangani dengan baik,” ujarnya.(yus)

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Tribun Aceh

Tidak ada komentar