GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPAL

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPAL

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPAL Supaya ini menjadi pusat studi dan kajian peradaban awal kesultanan Aceh yang …

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPAL

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPAL

Supaya ini menjadi pusat studi dan kajian peradaban awal kesultanan Aceh yang pernah mencapai puncak kejayaannnya hingga dikenal dunia

Begini Sikap Keluarga Kesultanan Aceh Dinasti Alaidin terhadap Proyek IPALGubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyambut kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan rombongan pemantau dana otonomi khusus Aceh, di Kantor Gebernur Aceh, Senin (23/10/2017).

Laporan Said Kamaruzaman | Serambi Indonesia

SERAMBINEWS.COM- BANDA ACEH - Keluarga Besar Dinasti Alaidin Kesultanan Aceh Darussalam berharap Pemerintah Aceh, Pemko Banda Aceh, dan pemer intah pusat dapat menyelamatkan situs kawasan bersejarah.

Supaya ini menjadi pusat studi dan kajian peradaban awal kesultanan Aceh yang pernah mencapai puncak kejayaannnya hingga dikenal dunia.

Baca: BREAKING NEWS - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Minta Proyek IPAL Gampong Pande Dihentikan

"Pemerintah seyogyanya dapat merelokasi proyek IPAL ini bersama rencana relokasi TPA Kota Banda Aceh ke kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, atau tempat lain yang representatif tanpa menimbulkan permasalahan baru," kata Tuanku Warul dalam surat pernyataan yang ikut dikirim ke redaksi serambinews.com.

Keluarga kesultanan Aceh juga berharap, apabila dikemudian hari pihak Pemerintah Aceh dalam melakukan suatu kegiatan pembangunan di wilayah dan menemukan makam kuno, bekas tapak situs ataupun benda cagar budaya sejenisnya.

Maka mereka berharap untuk tidak dipindahkan dan memberitahukan kepada pihak terkait atau kepada keturunan kesultanan Aceh. < /p>

Selain itu, kawasan situs bersejarah yang merupakan aset penting yang tak ternilai harganya harus direkonstruksi untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca: VIDEO : Pewaris Raja Kembali Berkumpul di Gampong pande, Ada Apa?

"Karena di sini sarat nilai historis, edukasi, wisata bersejarah yang bernilai ekonomis, dan tentunya sebagai identitas generasi Aceh berikutnya," tandas pernyataan sikap, yang antara lain diteken oleh Tuanku Warul, Tuanku Raja Yusuf, Tuanku Maimun.

Para keturunan kesultanan Aceh ini juga menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Tuanku Warul Walidin mengatakan, dirinya menyerahkan surat pernyataan tersebut dalam rapat di ruang serbaguna kantor Gubernur Aceh, Senin (23/10) pagi.(*)

.

Penulis: Said Kamaruzzaman Editor: Hadi Al Sumaterani Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Tribun Aceh

Tidak ada komentar