www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 19.57

Kredit Macet di Aceh Rp 688 M

Kredit Macet di Aceh Rp 688 M

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, kredit macet di Aceh pada triwulan

Kredit Macet di Aceh Rp 688 MZAINAL ARIFIN LUBIS, Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh

* Selama Triwulan Pertama Tahun Ini

BANDA ACEH - Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, kredit macet di Aceh pada triwulan pertama 2018 mencapai Rp 688 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor perdagangan mendominasi dengan nilai kredit macet Rp 319 miliar. Kemudian diikuti sektor konstruksi Rp 111 miliar dan jasa-jasa Rp 55 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis kepada wartawan usa i kegiatan ngopi kebangsaan bertema “Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dalam Rangka Mendukung Ketahanan Nasional” di Auditorium Kantor Perwakilan BI Banda Aceh, Sabtu (21/4).

Menurutnya, jumlah kredit macet di Aceh termasuk tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Namun, lanjut Zainal, dalam beberapa tahun terakhir trennya mulai menurun. Sebagai perbandingan, sebutnya, tahun 2014 kredit macet di Aceh mencapai Rp 1,1 triliun. Tapi, pada 2015 turun menjadi Rp 990 miliar, lalu 2016 menjadi Rp 789 miliar, dan 2017 sebesar Rp 634 miliar. Sementara untuk tahun ini sampai triwulan pertama, kredit macet Rp 688 miliar.

“Nilai kredit macet di Aceh konsisten menurun. Momentum yang baik ini dapat kita manfaatkan untuk lebih proaktif membiayai ekonomi Aceh, khususnya sektor UMKM. Kredit macet merupakan suatu momok, bila nilainya tetap tinggi akan menyulitkan investor, termasuk perbankan akan sungkan membiayai sektor riil,” jelasnya.

Sementara Ketua Ikatan Keluarga Alu mni Lemhannas (Ikal) Komisariat Aceh, Syahrizal Abbas menyampaikan kegiatan itu merupakan agenda rutin Ikal yang dilaksanakan dua atau tiga bulan sekali. Menurutnya, topik-topik yang didiskusikan akan dipetakan seperti dimensi ketahanan nasional, politik, wawasan kebangsaan, ekonomi, dan sosial.

“Nanti ada rekomendasi yang disampaikan ke pemerintah daerah dan pusat agar Aceh dapat lebih baik. Syariat Islam menjadi salah satu fundamental dari pembangunan ekonomi,” katanya. Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan sejumlah pimpinan bank.

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, pada kesempatan itu juga mengatakan, kredit macet di Aceh disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, sebutnya, aspek bisnis yaitu bila bisnis tidak berkembang dan kurangnya pasar terhadap produk yang dihasilkan, serta operasional kegiatan juga kurang menguntungkan, mengakibatkan pengembalian pinjaman menjadi lemah. Kedua, aspek karakter, yaitu pengembalian uang ke b ank macet sehingga mengakibatkan bank sungkan memberikan pembiayaan.

Pada bagian lain, Zainal menyampaikan, secara umum pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2017 sebesar 4,19 persen. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,30 persen. Namun, tambah Zainal, angka tersebut masih dibawah pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebesar 5,07 persen.

Pada triwulan pertama 2018, katanya, Aceh mengalami inflasi 3,90 persen (yoy). Jumlah itu lebih tinggi dibanding inflasi nasional 3,40 persen (yoy). “Inflasi terutama didorong oleh komoditas harga barang jasa, dan kelompok bahan makanan,” pungkas Zainal Arifin Lubis.(una)

Editor: bakri Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 19.57

Rusuh, demo FPI Aceh tolak pemindahan lokasi pencambukan, dua orang ditahan

]]> Rusuh, demo FPI Aceh tolak pemindahan lokasi pencambukan, dua orang ditahan

FPI di AcehHak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Mereka mnuduh gubernur Aceh menjadi agen 'kafir.'

Unjuk rasa ratusan orang massa gabungan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan mahasiswa didepan Kantor Gubernur Aceh, berakhir rusuh, dua orang ditangkap polisi.

Sebaliknya mantan terpidana yang dicambuk dan sebuah lembaga di Aceh justru mendukung keputusan gubernur ini. juga sejumlah mantan terpidana yang pernah dicambuk di depan umum.

  • Alasan investasi, hukuman cambuk di Aceh dipindah ke dalam LP
  • Wacana hukuman pancung di Aceh, warganet: 'Tidak usah tiru Arab Saudi'
  • Aceh kembali eksekusi hukum cambuk, termasuk terpidana bukan Muslim

FPI berdemonstrasi menuntut agar Gubernur Irwandi Yusuf, mencabut keputusan pemindahan lokasi eksekusi pencambukan yang asalnya berlangsung di tempat terbuka, ke tempat tertutup di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.

Unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung mulus, tiba-tiba ricuh ketika masa pendemo memukuli dua orang peserta aksi yang mereka tuduh sebagai provokator, kata Hidayatullah, seorang wartawan Aceh dalam laporannya untuk BBC Indonesia.

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pria dicambuk di Banda Aceh pada Mei 2017 lalu.

Menurut Ketua FPI Aceh, Muslim at-Tahiry didalam orasinya, pelaksanaan cambuk didalam lapas tidak sesuai dengan kaidah islam yang mengharuskan pencambukkan dilaksanakan di ruang publik agar menjadi pembelajaran bagi umum.

"Kita menentang keras cambuk dalam lapas, cambuk tetap harus dilaksanakan didepan publik," katanya yang disambut takbir para pendemo.

Hak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Selain para anggota FPI, hadir juga sejumlah mahasiswa.

Mereka menuntut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menemui mereka.

"Irwandi turun dan temui kami, jangan menjadi agen kafir!" begitu teriak Ketua FPI Aceh, Muslim at-Tahiry dalam orasinya. Dan sesudah itu kericuhan terjadi.

Hak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Beberapa ratus orang melangsungkan aksinya depan kantor gubernur.

Namun sebagian orang yang pernah dicambuk di Aceh menentang tuntutan FPI dan mendukung penuh keputusan gubernur Aceh.Abi (nama samaran) yang pernah menerima sabetan cambuk di muka umum mengaku suara gemuruh teriakan penonton saat ia dicambuk seakan masih terdengar begitu lantang di telinganya."Seolah-olah mereka yang menonton lebih suci, berteriak riang saat orang lain dipukul karena melanggar ketentuan syariat," katanya kepada Hidayatullah.

Ia mengaku, sampai sekarang pun ia sangat tertekan karena video maupun fotonya saat dicambuk trus beredar di media sosial.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Pasangan gay di Aceh dicambuk 83 kali

Presidium Forum Aneuk Nanggroe Peduli Damai Sejahtera (FANAPDS), Hasnawi Ilyas, yang mendampingi Abi mengami ni.

"Menurut para terpidana, pukulan cambuk itu jadi tidak seberapa sakitnya dibanding rasa malu akibat disoraki dan foto mereka disebarkan."

Menurutnya itu jadi penghalang besar mereka untuk kembali ke dalam lingkungan masyarakat.

Hak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Sebagian mahasiswa bergabung dengan FPI.

Menurut Presidium FANAPDS itu pelaksanaan cambuk sudah sewajarnya dilakukan didalam lapas. DSelain untuk menjaga wajah terpidana cambuk beredar secara masal dimedia sosial, pada masa Muhammad pun dilakukan di tempat tertutup.

"Di masa Rasul, orang dirajam dimasukan dalam tanah, baru dilempari batu. Jadi ada benarnya kalau cambuk juga dilakukan ditempat tertutup," kata Hasnawi Ilyas.Hasnawi Ilyas, menegaskan pula bahwa tidak seharusnya pelaksanaan cambuk dilakukan di lingkungan masjid, karena masjid merupakan tempat peribadatan.

Hak atas foto Junaidi
Image caption Pencambukan di Aceh ditonton publik setempat.

Pergub nomor 5 tahun 2018 tentang pemindahan lokasi pencambukan itu, ditandatangani beberapa waktu lalu.

Saat menandatangani keputusan itu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan alasan pemindahan lokasi pelaksanaan hukuman cambuk ke dalam lembaga pemasyarakatan itu dimaksudkan agar investasi di Provinsi Aceh tidak terganggu.

"Agar investor tidak fobia untuk menanam saham di Aceh. Ini juga dapat memb antu peningkatan dan lajur ekonomi di sini," kata Irwandi Yusuf, sebagaimana dilaporkan wartawan di Aceh, Hidayatullah, kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Mereka menuntut Gubernur Aceh keluar menemui mereka.

Selain itu, Irwandi menambahkan, pelaksanaan cambuk yang dilakukan di dalam lapas dilakukan untuk menghindari beredarnya video wajah terpidana di media sosial seperti Youtube.

"Dengan beredarnya video, seumur hidup dia akan menjadi terpidana," jelas Irwandi, waktu itu.

Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 19.57

Launching Aceh United Meriah

Launching Aceh United Meriah

Tim Aceh United Football Club (AUFC) yang akan berlaga di Liga 2 Indonesia Musim 2018, tadi malam, resmi diluncurkan (launching)

Launching Aceh United MeriahPRESIDEN Klub Aceh United, HM Zaini Yusuf ST, foto bersama dengan manajemen tim, pemain, dan tim pelatih saat launching tim tersebut di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, tadi malam. FOTO IST

BANDA ACEH - Tim Aceh United Football Club (AUFC) yang akan berlaga di Liga 2 Indonesia Musim 2018, tadi malam, resmi diluncurkan (launching) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Peluncuran skuad Singa Aceh--julukan Aceh United--yang dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan berlangsung meriah.

Selain seluruh pemain be serta tim pelatih dan manajemen tim, peluncuran itu juga dihadiri Presiden Klub Aceh United, H Muhammad Zaini Yusuf ST, Wagub Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerja Sama, Ir T Syakur, sejumlah kepala SKPA, Pimpinan PT Bank Aceh Syariah KPO, Fadhil Ilyas, perwakilan sponsor, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kemeriahan acara tersebut bertambah lagi dengan kehadiran ratusan supporter Aceh United yang bergabung dalam The Poemeurah. Yel-yel yang mereka teriakkan di sela-sela rangkaian acara membuat suasana launching tersebut bertambah hidup.

Acara itu diisi dengan lantunan shalawat badar, pemberian santuan kepada anak yatim yang berdomisili di sekitar Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh (home base Aceh United) oleh M Zaini Yusuf dan T Syakur, serta aneka tarian tradisional Aceh yang ditampilkan oleh anggota Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Selain itu juga ada sambutan dari Presiden Klub Aceh United dan Wagub Aceh yang diwakili oleh T Syakur.

Sementara itu, launching tim Aceh United menuju Liga 2 musim ini diawali dengan pemukulan rapa-i oleh M Zaini Yusuf, T Syakur, dan Kadispora Aceh, Musri Idris. Selanjutnya, ketiga pejabat tersebut memperlihatkan jersey kandang dan tandang serta jaket yang akan digunakan tim besutan pelatih asal Chile, Simon Pablo Elissetche bersama Effendi HT (Asisten Pelatih), Mulya Saputra (Pelatih Fisik), dan Markus Haris Maulana (Pelatih Kiper) dalam liga nanti.

Terakhir, dilakukan pengenalan tim pelatih dan seluruh pemain. Satu persatu pelatih dan pemain dipersilakan naik ke panggung. Mereka disambut Presiden klub dan dua pejabat Pemerintah Aceh yang sudah lebih dulu menunggu di panggung. Acara ditutup dengan foto bersama.

Presiden Klub Aceh United, H Muhammad Zaini Yusuf ST, dalam sambutannya antara lain berharap dengan persiapan yang dilakukan sekitar lima bulan, Aceh United bisa tampil maksimal di Liga 2 nanti dan target untuk lolos ke Liga 1 musim depan dapat terwujud.

“Selain kerja keras dari pemain, pelatih, dan manajemen tim, untuk mencapai target lolos ke Liga 1 musim depan, doa dan dukungan dari masyarakat Aceh serta supporter setia Aceh United The Poemeurah sangat kami harapkan,” harap Muhammad Zaini.

Ia juga meminta tim Aceh United selalu menjaga marwah masyarakat Aceh yang bermartabat dan melaksanakan syariat Islam. “Dimanapun kita berada, jangan lupa beribadah dan bersikap sopan santun dengan semua orang. Dengan usaha dan berdoa, Insya Allah target kita akan tercapai,” ungkap Zaini. Harapan hampir sama juga disampaikan T Syakur saat membacakan sambutan tertulis Wagub Aceh.

Pagi Ini Bertolak ke Jateng
TAK sampai 24 jam setelah launching, tim Aceh United Football Club (AUFC) langsung harus bertolak ke Jawa Tengah (Jateng) untuk melakoni pertandingan pertama Liga 2 musim ini. Menghadapi duo tim Jateng yaitu Persibat Batang pada Selasa ( 24/4) dan Persik Kendal pada Minggu (29/4) mendatang, Aceh United akan berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (21/4) pagi ini.

Informasi yang diperoleh Serambi tadi malam, tim Aceh United yang memboyong 21 pemain dan 11 ofisial akan berangkat ke Semarang setelah transit beberapa saat di Jakarta. Dari Semarang, rombongan akan menempuh perjalanan darat menuju Batang. Tim antara lain didampingi oleh Wakil Manajer, Nasir Gurumud, Bendahara Umum, Bukhari Sufi, dan unsur manajemen lainnya.(jal)

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 19.57

Aceh United Bawa 21 Pemain

Aceh United Bawa 21 Pemain

Aceh United Football Club (AUFC), Sabtu (21/4) pagi, bertolak ke Jawa Tengah (Jateng) melalui Bandara Internasional

Aceh United Bawa 21 PemainPRESIDEN Klub Aceh United, HM Zaini Yusuf ST, foto bersama dengan manajemen tim, pemain, dan tim pelatih saat launching tim tersebut di Anjong Mon Mata, Banda Aceh

* Tur ke Jateng

BANDA ACEH - Aceh United Football Club (AUFC), Sabtu (21/4) pagi, bertolak ke Jawa Tengah (Jateng) melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Untuk menghadapi dua tim Jateng dalam Liga 2 Indonesia Musim 2018 tersebut, skuad Laskar Iskandar Muda--julukan Aceh United--membawa 21 pemain (nama-n ama pemain yang dibawa ke Jateng lihat boks).

Dua laga away (tandang) perdana yang akan dilakoni tim besutan pelatih asal Chile, Simon Pablo Elissetche bersama Effendi HT (Asisten Pelatih), Mulya Saputra (Pelatih Fisik), dan Markus Haris Maulana (Pelatih Kiper) itu masing-masing melawan tuan rumah Persibat Batang pada Selasa (24/4) dan Persik Kendal pada Minggu (29/4) mendatang.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, tim Aceh United yang didampingi 11 ofisial berangkat dari Bandara SIM menuju Bandara Internasional Soekarna-Hatta Jakarta. Setelah transit beberapa saat di Jakarta, sekitar pukul 16.30 WIB rombongan tim Singa Aceh--julukan lain Aceh United--berangkat ke Semarang. Sesampai di Semarang, rombongan kemudian menempuh perjalanan darat menuju Batang.

Pelatih Kepala Aceh United, Simon Pablo Elissetche, yang dikonfirmasi Serambi via pesan WhatsApp (WA), kemarin siang, mengatakan, semua pemain berada dalam kondisi baik. “Kami be rsemangat untuk mengawali Liga 2 dengan baik,” tulis Simon yang saat itu mengaku dirinya dan rombongan sedang berada di Jakarta.

Menghadapi dua pertandingan awal itu, Simon mengatakan, pihaknya sudah punya strategi yang ditetapkan di tiga bulan persiapan menghadapi Liga 2. “Pemain-pemain kami harapkan tahu tugas masing-masing sesuai instruksi. Secara kolektif, kami berharap bisa mendapat hasil yang baik dalam dua laga tandang ini,” demikian Simon Elissetche.(jal)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 19.57

Lagi, nelayan Aceh selamatkan 79 pengungsi Rohingnya

]]> Lagi, nelayan Aceh selamatkan 79 pengungsi Rohingnya

Rohingya, MyanmarHak atas foto AFP
Image caption Para pengungsi asal Rohingya yang diselamatkan Jumat (20/04) disebu tkan kehabisan bahan bakar.

Sebanyak 79 orang umat Rohingnya kembali terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (20/4), setelah awal April nelayan setempat menyelamatkan lima pengungsi Rohingya.

Dalam kapal terbaru ini, tujuh di antara pengungsi tersebut sakit sehingga membutuhkan pertolongan medis mendesak.

Pada Kamis 5 April lalu, lima orang Rohingya -yaitu dua lelaki dewasa, dua perempuan dan seorang anak- yang diselamatkan para nelayan Aceh setelah 20 hari terombang-ambing di laut.

  • Lima pengungsi Muslim Rohingya terdampar di Aceh, "lima tewas dibuang ke laut"
  • Presiden Jokowi didesak minta Myanmar hentikan operasi militer atas Rohingya
  • Dari Aceh, pengungsi Rohingya akan hijrah ke Amerika Serikat

Laporan awal menyebutkan kelompok pengungsi yang diselamatkan hari Jumat ini terdampar di lepas pantai Aceh karena kap al mereka kehabisan bahan bakar.

Para nelayan kemudian menyelamatkan umat Muslim Rohingya dengan membawanya ke pantai.

Salah seorang yang bisa berbahasa Indonesia dengan terpatah-patah, Muhammad Rifai (42), mengaku Aceh yang sebenarnya menjadi tujuan mereka.

"Kita pergi karena perang lagi pecah, sehingga banyak saudara yang lain pergi ke negara-negara lain," tuturnya kepada wartawan setempat di Bireuen, Muhammad Ilyas.

Hak atas foto AFP
Image caption Dalam gelombang pengungsi terbaru yang diselamatkan di lepas panti Aceh, terdapat tujuh adalah anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Namun Kepala Sub Lalu-lintas Imigrasi Aceh, Bayu Prawira Sukarno, mengatakan tujuan p ara pengungsi adalah Malaysia namun karena mesinnya rusak lantas terdampar di laut dan ditolong para nelayan.

"Informasi yang kita dapat dari nelayan, mereka sudah delapan hari di laut, karena kehabisan makanan dan bahan bakar kapal, ditolong oleh nelayan," jelasnya kepada kepada wartawan di Banda Aceh, Hidayatullah, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Bayu menambahkan sudah melakukan koordinasi dan menunggu informasi dari Organisasi Internasional untuk Migrasi, IOM, mengenai kelanjutan penampungan mereka.

Hak atas foto AFP
Image caption Para pengungsi Rohingya yang sakit langsung mendapat bantuan pengobatan.

Untuk sementara pemerintah daerah Aceh siap memberikan bantuan, s eperti ditegaskan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, "Kita akan memberi mereka tempat tinggal sementara, karena bagaimanapun mereka juga manusia yang membutuhkan pertolongan."

"Dari 79 imigran yang diselamatkan, terdapat tujuh adalah anak laki-laki dan seorang anak perempuan," tambah Alhudri.

Kelompok pengungsi Rohingya terbaru ini akan ditempatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Hak atas foto AFP
Image caption Untuk sementara 79 pengungsi Rohingya akan ditampung di Sanggar Kegiatan Belajar.

Gelombang pengungsi Rohingya yang menempuh jalur laut di lepas pantai Indonesia sebenarnya sudah berkurang sejak Thailand dan Malaysia m eningkatkan pemberantasan jaringan penyelundup manusia tahun 2015 lalu.

Namun tampaknya sekelompok umat Muslim Rohingya belakangan ini kembali menempuh risiko mengungsi dari negara bagian Rakhine, tempat militer Myanmar beberapa waktu lalu melancarkan operasi yang disebut untuk menumpas kelompok militan Rohingya.

Sejak kekerasan marak di negara bagian Rakhine, Agustus 2017 lalu, diperkirakan 700.000 Rohingya mengungsi dan sebagian besar melintasi perbatasan darat ke Bangladesh.

Pemerintah Myanmar dikecam dunia internasional karena dituduh menyerang warga sipil Rohingya, namun mereka menegaskan operasi ditujukan pada militan Rohingya yang menyerang pos-pos polisi dan militer Myanmar.

Orang Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar karena dianggap merupakan pendatang gelap walau sudah tinggal lama di Myanmar.

Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 18.06

Anggota Polres Aceh Barat Ditemukan Tewas Tertembak

Anggota Polres Aceh Barat Ditemukan Tewas Tertembak

Seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Samatiga, Polres Aceh Barat, Brigadir Iskandar

Anggota Polres Aceh Barat Ditemukan Tewas Tertembaktribun.medanIlustrasi

MEULABOH - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Samatiga, Polres Aceh Barat, Brigadir Iskandar (36), Selasa (17/4) malam sekira pukul 21.00 WIB ditemukan tewas di sebuah gubuk di Desa Suak Timah, kecamatan Samatiga. Dari bagian kepala korban bersimbah darah akibat luka tembak.

Kasus kematian Brigadir Iskandar dengan luka tembak di kepala langsung merebak luas di kalangan masyarakat. Korban ditemukan tewas bersimbah darah masih menggunakan pakaian dinas polisi dan sepucuk sen jata laras panjang berada di dekat korban.

Dari lokasi temuan, sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam, jenazah korban dievakuasi ke RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk memastikan penyebab kematiannya apakah bunuh diri atau dibunuh. Jenazah ayah tiga anak ini dibawa dengan ambulance dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Amatan Serambi, Wakapolres Aceh Barat Kompol Edy Bagus turut menyaksikan proses autopsi di ruang mayat RSU Cut Nyak Dhien. Sejumlah Kepala Satuan (Kasat) Polres Aceh Barat juga berada di rumah sakit.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK yang ditanyai Serambi, tadi malam membenarkan seorang anggotanya ditemukan meninggal bersimbah darah karena tertembak. “Yang bersangkutan tugas di Polsek Samatiga,” katanya.

Menurutnya, kasus tersebut masih diselidiki untuk memastikan apakah karena bunuh diri atau dibunuh. “Nanti kita kabari perkembangan pengusutannya,” demikian Kapolres Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

thumbnail

Posted by On 18.06

Hutan Aceh di Mata 'Donya'

Opini

Hutan Aceh di Mata ‘Donya’

SEBUAH artikel koran berjudul “Peulihara Uteun Aceh”, terpajang di dinding ruang kerja M Rizal Fahlevi Kirani

Hutan Aceh di Mata ‘Donya’Mongabay Indonesia / Junaidi HanafiahTaman Nasional Gunung Leuser yang telah berubah menjadi kebun jagung di Kabupaten Aceh Tenggara.

Oleh Chairul Fahmi

SEBUAH artikel koran berjudul “Peulihara Uteun Aceh”, terpajang di dinding ruang kerja M Rizal Fahlevi Kirani, Staf Ahli Gubernur Aceh periode 2012-2017. Artikel tersebut merupakan ulasan dan pesan-pesan Wali Negara Aceh, Tgk H Muhammad Hasan di Tiro. Rupanya, di Tiro, Pidie, tidak saja telah berhasil membangun satu gerakan politik etno-nationalism e serta kesadaran akan sejarah kedaulatan Aceh masa lalu, namun juga ada pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan beserta seluruh habitat dan ekosistemnya.

Pada masa konflik, hutan merupakan rumah bagi gerilyawan, sekaligus sumber penghidupan bagi para penebang. Saat damai, para gerilyawan meninggalkan hutan, namun penebang terus berjalan. Dilaporkan, kerusakan hutan Aceh mencapai 23.000 hektare atau sekitar 230 km2 per tahun. Jauh melibihi luasnya kota Banda Aceh yang hanya 61,36 km2 (Serambinews, 2014). Namun pada periode 2016-2017, jumlah pengrusakan terhadap hutan Aceh mengalami penurunan, yaitu mencapai 17.333 hektare (Gunawan, 2018).

Penebangan hutan umumnya dilakukan secara legal oleh perusahaan-perusahaan pemegang hak izin penebangan hutan, juga secara tidak sah (illegal logging) oleh para mafia hutan. Selain itu juga perambahan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit yang sedang mewabah di Aceh. Tanaman komoditas bagi bahan makanan, biofuel dan kosmetik ini tidak saja mengganti demografi hutan, tapi juga sejumlah kawasan lahan gambut yang menjadi tempat cadangan sumber air serta kaya biodiversitas.

Moratorium logging
Kebijakan politik dan strategis dalam rangka melestarikan hutan Aceh pernah dilakukan oleh Irwandi Yusuf, saat ia mengeluarkan Instruksi Gubernur Aceh untuk menghentikan penebangan hutan (moratorium logging), baik bagi pemegang izin maupun yang ilegal sampai waktu yang tidak ditentukan. Tujuan dari program ini, menurut Irwandi, bertujuan untuk meletakkan fondasi pengelolaan hutan yang lestari dan adil bagi rakyat Aceh (Detiknews, 2007).

Namun demikian, perlu ada upaya sosialisasi kebijakan strategis tersebut, termasuk Qanun No.7 Tahun 2016 tentang Kehutanan kepada seluruh stakeholder agar terbentuk suatu kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga, melestarikan, memanfaatkan sumber alam dari hutan secara berkesinambungan. Termasuk pemahaman tentang kategorisasi hutan sert a konsekuensi hukumnya, seperti hutan negara, hutan hak (hak konversi, hak produksi, dan hak lindung), dan hutan adat, yaitu hutan yang dikuasai dan dikelola oleh komunitas adat.

Selain itu, langkah progesif juga telah ditunjukkan oleh Gubernur dalam rangka law enforcement, seperti pencabutan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) terhadap perusahaan sawmill Hakim Meriah di Bener Meriah, karena terbukti menjadi penadah hasil kayu-kayu yang ditebang secara ilegal (Mogabay, 2018). Apresiasi juga patut diberikan kepada pihak Polres Nagan Raya yang menangkap Kapolsek Beutong, karena diduga menjadi pelaku penebangan kayu secara ilegal di kawasan tersebut (Serambinews, 2017).

Pada November 2017 lalu, delegasi pemerintahan Aceh yang dipimpin oleh mantan ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar Abu Yus menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Climate Change di Bonn, Jerman. Selain anggota legislatif, juga ikut serta staf ahli Gubernur Aceh bidang Hutan dan Lingkungan, M Rizal Falevi Kirani, Ketua PNA Kota Banda Aceh Tarmizi, serta beberapa tokoh Aceh lainnya.

Pertemuan tingkat tinggi para pemimpin dunia ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan The Paris Climate Change Agreement. Sebelum itu, telah ada beberapa perjanjian internasional tentang pentingnya manjaga dan melestarikan lingkungan, antara lain konvensi Stockholm 1972, Rio Declaration 1992, Kyoto Protocol 1997, Bali Road Map 2007, Copenhagen Accord 2009, dan terakhir Paris Agreement 2015.

Indonesia merupakan satu negara yang turut menandatangani perjanjian tersebut serta telah diratifikasi oleh DPR RI dalam sistem legislasi nasional (Straitstimes.com, 2016). Adapun tujuan dari kesepakatan Paris ini adalah untuk mereduksi emisi gas Carbon dioxide dan green house gasses lainnya.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh