Kirim Berita Aceh: Klik Disini | Konfirmasi Berita Aceh: Klik Disini

Terpopuler Bulanan Ini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 00.13

VIDEO - Kios Tenda di Pasar Aceh Musnah Dilalap Api

VIDEO - Kios Tenda di Pasar Aceh Musnah Dilalap Api

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih menyelidiki dari mana asal api yang membakar kios berbahan kayu itu.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 10 unit kios tenda di Pasar Aceh, tepatnya di Jalan Chik Pante Kulu, Gampong Baro, Banda Aceh, musnah dilalap api, Senin (13/8/2018).

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih menyelidiki dari mana asal api yang membakar kios berbahan kayu itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas dari masyarakat, api tiba-tiba muncul dan ‘melumat’ sepuluh tenda yang berada di badan jalan tersebut.

Baca : Pengurus Dayah Malikussaleh Dipolisikan

Baca: Pemerintah Aceh Pasti Sulit Jelaskan Soal Aceh Marathon

Masyarakat yang berada di lokasi tidak bisa berbuat banyak, dan langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran.

Dengan bantuan PLN, listrik di kawasan itu diputuskan sementara sebelum petugas menyemprotkan air ke kobaran api.

Penulis: RA Karamullah Editor: Amirullah Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 00.12

Tersangka Pembunuh PNS Aceh Utara Ditangkap

Tersangka Pembunuh PNS Aceh Utara Ditangkap

Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Muhammad Ishak

Tersangka Pembunuh PNS Aceh Utara DitangkapKASAT Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Reski Adrian memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka kasus pembunuhan seorang PNS Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Aceh Utara, Muhammad Ishak (48) yang ditemukan tewas bersimbah darah di gudang miliknya di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Senin (13/8).

* Kedua Kakinya Ditembak

LHOKSEUMAWE - Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang me nimpa Muhammad Ishak (48), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aceh Utara. Polisi telah berhasil menangkap satu tersangka berinisial NS (36) asal Samudera, Aceh Utara.

“Saat ditangkap, dia berusaha melawan dan membahayakan petugas, maka langsung anggota kami melumpuhkan korban dengan dua kali tembakan yang terukur di kedua kakinya,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Reski Adrian, kemarin.

Dijelaskan AKP Reski, setelah terjadi pembunuhan pihaknya mulai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi sehingga tersangka mengarah ke Ns.

“Setelah kita yakini dia berada di rumah, maka langsung kita tangkap. Bersamanya, kita berhasil menyita uang 20-an juta rupiah, emas, sepeda motor dan beberapa handphone,” ujar AKP Reski.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kasus pembunuhan ini berawal dari kasus utang-piutang. Ddi antara keduanya selama ini terlibat bisnis jual beli sapi untuk daging meugang dan juga bibit tumbuh an.

Pada siang sebelum terjadi pembunuhan, antara NSs dengan korban sempat cekcok mulut melalui telepon. NS meminta utangnya bisa segera dilunasi oleh korban sehingga disepakati untuk bertemu di gudang tempat terjadi pembunuhan, yakni pada sore harinya.

Pada sore hari, ternyata Ns datang dengan seorang temannya (sekarang jadi DPO). Di lokasi gudang tersebut, keduanya pun kembali cekcok mulut. Sehingga korban sempat emosi, sambil melempar uang Rp 100 juta ke tempat pembuangan sampah, dia pun berjalan hendak keluar dari gudang. Saat itulah Ns mengambil linggis yang ada di dalam gudang dan memukul bagian kening korban, hingga tersungkur. Selanjutnya, teman Ns mengambil pisau dan menebas leher bagian belakang korban. “Setelah itu baru kedua tersangka pergi dengan membawa uang 100 juta rupiah dan handphone korban,” jelasnya.

Untuk handphone korban, sebut AKP Reski, dibuang tersangka di sungai Geudong. Sedangkan uang, dibagi berdua. Uang jatah Ns, sebagian kecil s empat digunakan Ns untuk menebus emas di pegadaian. “Sehingga bersama Ns, selain menyita uang 20-an juta rupiah, juga menyita emas yang ditebus dengan menggunakan uang milik korban,” paparnya.

Ditambahkan, untuk teman Ns, identitasnya sudah diketahui dan kini sudah dinyatakan sebagai DPO. “Kita masih terus memburu tersangka satu lagi yang kini telah dinyatakan sebagai DPO,” demikian AKP Reski.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Ishak (48) seorang PNS Aceh Utara ditemukan tewas dengan kondisi luka tebas di bagian leher belakang di dalam sebuah gudang perabot Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa (7/8) sekitar pukul 17.00 WIB. (bah)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 00.12

Perahu Hias Meriahkan Festival Krueng Aceh

PKA 7

Perahu Hias Meriahkan Festival Krueng Aceh

Sebanyak 22 perahu hias ikut memeriahkan Festival Krueng Aceh yang berlangsung di bantaran Krueng Aceh

Perahu Hias Meriahkan Festival Krueng Aceh   PULUHAN perahu hias mengikuti Festival Krueng Aceh yang digelar dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh, Peunayong, Banda Aceh, Senin (13/8). Kegiatan yang diikuti sejumlah kabupaten/kota di Aceh, instansi pemerintah, dan Kodam Iskandar Muda ini juga dalam rangka menyambut HUT Ke -73 Republik Indonesia.

BANDA ACEH - Sebanyak 22 perahu hias ikut memeriahkan Festival Krueng Aceh yang berlangsung di b antaran Krueng Aceh kawasan depan markas Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Festival itu dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7.

Perahu hias itu sudah didekor dengan berbagai model. Ada yang berbentuk ornamen gajah, naga, ikan, masjid, rumoh Aceh, hingga burung. Diatas boat nelayan yang dihias menjadi perahu hias itu, ditampilkan berbagai atraksi budaya seperti drama musikal, tari, hingga rapa-i.

Perahu hias itu didekorasi oleh masing-masing instansi yang menjadi peserta Festival Krueng Aceh, mulai lembaga TNI, polisi, hingga pemerintahan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Rasidah kemarin mengatakan, Festival Krueng Aceh itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Aceh dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Aceh.

Menurutnya, perhelatan even budaya ini selalu ditunggu oleh masyarakat Aceh. Dan bisa menjadi event tahunan di Kota Banda Aceh.

“Parade perahu hias di Krueng Aceh ini menjadi bagia n dari upaya menyemarakkan PKA Ke-7 di Banda Aceh,” kata Rasidah.

Pihaknya mengharapkan, festival perahu hias ini bisa membangkitkan gairah pelaku wisata di Aceh. Dengan memperkenalkan sejarah panjang Krueng Aceh kepada wisatawan.

Bukan hanya itu, katanya, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam parade itu, dengan cara mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan di bantaran sungai Krueng Aceh. Pengunjung juga bisa mengikuti lomba foto perahu hias.

Festival Krueng Aceh akan berlangsung hingga hari ini, Selasa (14/08), perahu hias dengan dekorasi terbaik akan mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta rupiah, yang akan diumumkan langsung setelah kegiatan parade perahu hias selesai.

Selain perahu hias, ada sejumlah kegiatan lain yang digelar di antaranya atraksi wisata, panggung apreasi budaya, lomba memasak, lomba mewarnai, atraksi air, sajian 1.000 cangkir kopi gratis dan bersih-bersih sungai.

Sementara itu sejak pagi hingga menjelang magrib kemarin berlangsung Seminar Internasional Kemaritiman dan Kebudayaan PKA VII di Anjong Mon Mata Banda Aceh. Tujuh narasumber hadir, berasal dari Jakarta, Aceh, dan Singapura. Hari ini seminar dilanjutkan dan akan ditutup menjelang sore. (mun)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 00.12

Banda Aceh Tempo Dulu dalam Gambar

PKA 7

Banda Aceh Tempo Dulu dalam Gambar

elama berlangsungnya Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Anjungan Banda Aceh di Taman Ratu Safiatuddin

Banda Aceh Tempo Dulu dalam GambarSERAMBI/ANSARI HASYIMTaman Sari (Taman Ghairah) tempo dulu tampak lebih luas dengan jalan semen berliku. Taman ini menjadi tempat bermain putri Sultan (atas). Sekarang wajah Taman Sari atau disebut Taman Bustanussalatin sudah berubah total dengan wajah yang lebih modern (atas)

BANDA ACEH - Selama berlangsungnya Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Anjungan Banda Aceh di Taman Ratu Safiatuddin menghadirkan Banda Aceh tempo dulu dalam gambar. Pajangan foto itu untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, Rizha Idris , Senin (13/8) mengatakan, Kota Banda Aceh yang sudah berusia 813 tahun memiliki sejarah panjang. Sehingga jika masyarakat ingin mengetahui perkembangan Banda Aceh dari masa ke masa, dapat melihat di Anjungan Banda Aceh dalam bentuk foto.

“Lewat foto yang kita tampilkan, pengunjung bisa melihat Masjid Baiturrahman tempo dulu saat pertama dibangun. Foto Taman Putroe Phang untuk mengingatkan masa kejayaan Sultan Iskandar Muda dan foto-foto lainnya,” ungkap Rizha Idris.

Dalam foto-foto tersebut, pengunjung juga bisa melihat kondisi Krueng Aceh yang pernah menjadi jalur perdagangan internasional tempo dulu. Sungai yang membelah Kota Banda Aceh ini pernah menjadi jalur sibuk keluar masuknya kapal-kapal pedagang dari luar negeri, seperti pedagang Turki dan negara-negara lainnya di dunia.

“Banda Aceh pernah mengalami puncak kejayaannya, itu bisa dillihat dari foto-foto yang kita tampilkan. Melalui foto-foto in i, kami mengajak pengunjung lebih mengenal sejarah Banda Aceh dan Aceh secara umum,” ujar Rizha Idris.

Karenanya, Rizha Idris mengajak masyarakat Aceh mengunjungi Anjungan Banda Aceh untuk melihat foto-foto tempo dulu yang ditampilkan untuk lebih mengenal sejarah dan peradaban ibu kota Provinsi Aceh ini sebelum ditutup pada 15 Agustus nanti.

Kadispar juga mengingatkan pengunjung untuk ikut mengisi dan menjawab kuis yang tersedia di anjungan. Hadiah berupa kulkas, TV, sepeda, dan hadiah menarik lainnya akan diundi dan diserahkan pada malam penutupan PKA 7. Ayo ke Anjungan Banda Aceh.(mun)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 00.12

Kios Tenda di Pasar Aceh Terbakar

Kios Tenda di Pasar Aceh Terbakar

Sebanyak 10 unit kios tenda milik pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Aceh, tepatnya di Jalan Chik Pante Kulu

Kios Tenda di Pasar Aceh TerbakarPolisi melakukan olah TKP di lokasi kebakaran di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Senin (13/8/2018). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 5.30 pagi itu mengakibatkan sejumlah kios tenda milik Pedagang Kaki Lima ludes terbakar. SERAMBI/M ANSHAR

BANDA ACEH - Sebanyak 10 unit kios tenda milik pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Aceh, tepatnya di Jalan Chik Pante Kulu, Gampong Baro, Banda Aceh, musnah dilalap api, Senin (13/8) bakda subuh.Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun polisi masih menyelidiki dari mana asal api yang membakar kios berbahan kayu dengan rangka besi itu.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, M Nurdin SSos melalui petugas pengimputan data, Yudi kepada Serambi kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas dari masyarakat, api tiba-tiba muncul dan membakar tenda yang berada di badan jalan. “Berdasarkan kerangka yang tersisa, ada 10 kios tenda yang terbakar,” ujar Yudi.

Sedangkan toko-toko yang berada di belakang tenda aman, meskipun pintu ‘folding gate-nya’ ikut terjilat api. Yudi mengatakan, petugas bersama armada pemadam tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIB. “Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 6.15 WIB, dan selanjutnya dilakukan pendinginan,” kata Yudi, seraya menyebut proses pemadaman api turut dibantu pihak kepolisian, TNI, dan relawan RAPI.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Ferdi Dakio S IK mengatakan, kios tenda milik PKL yang hangus terbakar berdasarkan penyelidikan pihaknya berjumlah 22 unit. “Kerugian rata-rata sebesar Rp 30 juta per lapak,” ujar Ferdi.

Kapolsek Baiturrahman itu mengatakan, menurut korban sekaligus saksi mata, Muhammad HS (55), percikan api diduga muncul dari kabel listrik yang melintang dari dekat Toko Emas Mitra Setia ke Toko Usaha Rajin. Api lalu membakar terpal dan merambat ke tenda-tenda milik PKL lainnya. “Api juga menghanguskan seluruh barang dagangan Muhammad berupa pakaian olahraga,” jelas Ferdi.

Selain itu berdasarkan olah TKP, Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di Toko Pakaian Azkya dinyatakan rusak. “Hard disk CCTV kami bawa ke Polresta dan ternyata sudah rusak. Alat tersebut tidak dapat memperlihatkan rekaman kejadian,” pungkas Ferdi.(fit)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

VIDEO - Pemecatan Keuchik 2 Desa, Warga Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Barat

VIDEO - Pemecatan Keuchik 2 Desa, Warga Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Barat

Warga menyuarakan penolakan pelantikan pejabat sementara keuchik dan meminta dua keuchik yang lama dikembalikan.

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Seratusan warga dari Desa Palimbungan dan Desa Pasi Meugat Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yakni , Kamis (9/8/2018) berunjuk rasa ke kantor bupati setempat.

Warga menyuarakan penolakan pelantikan pejabat sementara keuchik dan meminta dua keuchik yang lama dikembalikan.

Menurut warga, pemecatan dua Kecuhik desa tersbeut dan penunjukan pejabat sementara merupakan sikap sewenang-wenang Pemkab Aceh Barat.

Baca: Jadi Cawapres di Pilpres 2019, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Maruf Amin dan Sandiaga Uno

Baca: Tergelincir, Fuso Tabrak Tiang Listrik di Subulussalam Persis di Lokasi Kecelakaan Bus Harapan Indah

Baca: Viral Foto Wajah Young Lex Babak Belur, Terungkap Ternyata Hanya Riasan

Aspirasi ini sendiri merupakan yang kesekian kali disampaikan warga setelah sebelumnya juga telah disampaikan kepada pihak kecamatan.

Dalam aksi ini warga gagal bertemu bupati maupun wakilnya. massa hanya dihadapkan bersama Asisten III bersama Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan serta Kepala Inspektorat.

Penulis: Rizwan Editor: Amirullah Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh Tengah

PKA 7

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh Tengah

Tiga kerangka manusia purba berusia 7000 tahun dan 7500 tahun dapat dilihat di Anjungan Aceh Tengah

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh TengahSERAMBI/FIKAR W EDAKerangka manusia purba dipamerkan di Anjungan Aceh Tengah.SERAMBI/FIKAR W EDA

BANDA ACEH -- Tiga kerangka manusia purba berusia 7000 tahun dan 7500 tahun dapat dilihat di Anjungan Aceh Tengah, Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Kerangka-kerangka manusia purba itu merupakan hasil penggalian Balai Arkeologi Medan di Gua Ujung Karang dan Loyang Mendale Aceh Tengah. Hasil tes DNA menyebutkan kerangka-kerangka manusia purba itu memiliki kesamaan dengan suku Gayo yang mendiami Aceh Tengah.

“Sehingga kerangka tersebut disebut nenek moyang orang Gayo,” kata Nilafiani, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tengah.

Baca: Shahibul Qurban Dilarang Potong Kuku dan Rambut, Ini Hikmahnya

Pengunjung yang datang ke anjungan Aceh Tengah banyak mencurahkan perhatian kepada kerangka-kerangka manusia purba tersebut. Semuanya dijelaskan dengan baik oleh penjaga stan.

Di tempat itu juga terdapat pelaminan adat Gayo dan benda-benda pertanian, kendi, gerantung kalung kerbau, serta aksara Gayo.

Gayo merupakan suku tertua yang nendiami Aceh. Suku yang menyebar di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur dan Tamiang ini memiliki aksara sendiri yang disebut “rasi Gayo.”

Nilafiani mempersilakan pengunjung belajar menulis aksara Gayo dan mendapatkan informasi lebih detil tentang kebudayaan Gayo. “Petugas kami aan menjelaskan semuanya denga senang hati,” demikian Nilafiani.(fik)

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh

KPU jangan Buat Gaduh Politik AcehISTMuhammad Khaidir

* Terkait Aturan Rangkap Keanggotaan Parpol

BANDA ACEH - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh politik di Aceh. Mulai dari penetapan aturan kuota caleg 100 persen, pelantikan komisioner KIP Aceh, dan terakhir soal rangkap keanggotaan partai politik (parpol) lokal.

“Terlihat jika KPU dalam mengambil keputusan selalu mengabaikan kekhususan Aceh, sehingga ujung-uju ngnya terjadi kegaduhan. Padahal di KPU ada komisionernya dari Aceh, yang lebih mengetahui kondisi politik dan kekhususan Aceh,” kata Direktur Eksekutif PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH, kepada Serambi, Jumat (10/8).

Keputusan KPU terkini adalah membolehkan kader partai nasional (parnas) maju melalui partai lokal (parlok) tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan.

Menurut Khaidir, ketentuan itu melanggar Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan PP Nomor 20 Tahun 2007 tentang Partai Politik Lokal.

Di dalam UUPA, dia katakan, anggota partai lokal boleh merangkap sebagai anggota partai nasional apabila maju dalam pemilu nasional. PP Nomor 20 Tahun 2007 juga membolehkan rangkap keanggotaan terhadap kader partai lokal yang akan maju melalui parnas di pemilu nasional.

“Dari dua peraturan itu tidak ada diatur soal kader partai nasional yang akan maju melalui partai lokal. Artinya jika ada kader partai nasional maju melalui partai lokal, dia h arus keluar dari keanggotaan partai nasional,” ujarnya.

Keputusan KPU yang membolehkan kader parnas maju melalui parlok tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan, menurut Khaidir sangat janggal dan rancu.

“Dimana logikanya kader parnas dapat dipilih melalui parlok untuk pemilu? Sedangkan kegandaan anggota partai hanya dibolehkan antara parlok dengan parnas. Sikap KPU ini semakin membuat iklim politik di Aceh gaduh,” ujar Khaidir.

Untuk diketahui, KPU dalam suratnya tanggal 1 Agustus 2018, membolehkan anggota DPRA/DPRK yang mewakili partai politik lokal (parlok) maju ke DPR-RI melalui partai nasional (parnas), tanpa harus mundur.

Halaman selanjutnya 12
Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: < a href=http://aceh.tribunnews.com/2018/08/11/kpu-jangan-buat-gaduh-politik-aceh target="blank">Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh Tengah

PKA 7

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh Tengah

Tiga kerangka manusia purba berusia 7000 tahun dan 7500 tahun dapat dilihat di Anjungan Aceh Tengah

Kerangka Manusia Purba di Anjungan Aceh TengahSERAMBI/FIKAR W EDAKerangka manusia purba dipamerkan di Anjungan Aceh Tengah.SERAMBI/FIKAR W EDA

BANDA ACEH -- Tiga kerangka manusia purba berusia 7000 tahun dan 7500 tahun dapat dilihat di Anjungan Aceh Tengah, Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Kerangka-kerangka manusia purba itu merupakan hasil penggalian Balai Arkeologi Medan di Gua Ujung Karang dan Loyang Mendale Aceh Tengah. Hasil tes DNA menyebutkan kerangka-kerangka manusia purba itu memiliki kesamaan dengan suku Gayo yang mendiami Aceh Tengah.

“Sehingga kerangka tersebut disebut nenek moyang orang Gayo,” kata Nilafiani, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tengah.

Baca: Shahibul Qurban Dilarang Potong Kuku dan Rambut, Ini Hikmahnya

Pengunjung yang datang ke anjungan Aceh Tengah banyak mencurahkan perhatian kepada kerangka-kerangka manusia purba tersebut. Semuanya dijelaskan dengan baik oleh penjaga stan.

Di tempat itu juga terdapat pelaminan adat Gayo dan benda-benda pertanian, kendi, gerantung kalung kerbau, serta aksara Gayo.

Gayo merupakan suku tertua yang nendiami Aceh. Suku yang menyebar di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur dan Tamiang ini memiliki aksara sendiri yang disebut “rasi Gayo.”

Nilafiani mempersilakan pengunjung belajar menulis aksara Gayo dan mendapatkan informasi lebih detil tentang kebudayaan Gayo. “Petugas kami aan menjelaskan semuanya denga senang hati,” demikian Nilafiani.(fik)

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh

KPU jangan Buat Gaduh Politik AcehISTMuhammad Khaidir

* Terkait Aturan Rangkap Keanggotaan Parpol

BANDA ACEH - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh politik di Aceh. Mulai dari penetapan aturan kuota caleg 100 persen, pelantikan komisioner KIP Aceh, dan terakhir soal rangkap keanggotaan partai politik (parpol) lokal.

“Terlihat jika KPU dalam mengambil keputusan selalu mengabaikan kekhususan Aceh, sehingga ujung-uju ngnya terjadi kegaduhan. Padahal di KPU ada komisionernya dari Aceh, yang lebih mengetahui kondisi politik dan kekhususan Aceh,” kata Direktur Eksekutif PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH, kepada Serambi, Jumat (10/8).

Keputusan KPU terkini adalah membolehkan kader partai nasional (parnas) maju melalui partai lokal (parlok) tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan.

Menurut Khaidir, ketentuan itu melanggar Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan PP Nomor 20 Tahun 2007 tentang Partai Politik Lokal.

Di dalam UUPA, dia katakan, anggota partai lokal boleh merangkap sebagai anggota partai nasional apabila maju dalam pemilu nasional. PP Nomor 20 Tahun 2007 juga membolehkan rangkap keanggotaan terhadap kader partai lokal yang akan maju melalui parnas di pemilu nasional.

“Dari dua peraturan itu tidak ada diatur soal kader partai nasional yang akan maju melalui partai lokal. Artinya jika ada kader partai nasional maju melalui partai lokal, dia h arus keluar dari keanggotaan partai nasional,” ujarnya.

Keputusan KPU yang membolehkan kader parnas maju melalui parlok tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan, menurut Khaidir sangat janggal dan rancu.

“Dimana logikanya kader parnas dapat dipilih melalui parlok untuk pemilu? Sedangkan kegandaan anggota partai hanya dibolehkan antara parlok dengan parnas. Sikap KPU ini semakin membuat iklim politik di Aceh gaduh,” ujar Khaidir.

Untuk diketahui, KPU dalam suratnya tanggal 1 Agustus 2018, membolehkan anggota DPRA/DPRK yang mewakili partai politik lokal (parlok) maju ke DPR-RI melalui partai nasional (parnas), tanpa harus mundur.

Halaman selanjutnya 12
Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: < a href=http://aceh.tribunnews.com/2018/08/11/kpu-jangan-buat-gaduh-politik-aceh target="blank">Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

VIDEO - Pemecatan Keuchik 2 Desa, Warga Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Barat

VIDEO - Pemecatan Keuchik 2 Desa, Warga Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Barat

Warga menyuarakan penolakan pelantikan pejabat sementara keuchik dan meminta dua keuchik yang lama dikembalikan.

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Seratusan warga dari Desa Palimbungan dan Desa Pasi Meugat Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yakni , Kamis (9/8/2018) berunjuk rasa ke kantor bupati setempat.

Warga menyuarakan penolakan pelantikan pejabat sementara keuchik dan meminta dua keuchik yang lama dikembalikan.

Menurut warga, pemecatan dua Kecuhik desa tersbeut dan penunjukan pejabat sementara merupakan sikap sewenang-wenang Pemkab Aceh Barat.

Baca: Jadi Cawapres di Pilpres 2019, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Maruf Amin dan Sandiaga Uno

Baca: Tergelincir, Fuso Tabrak Tiang Listrik di Subulussalam Persis di Lokasi Kecelakaan Bus Harapan Indah

Baca: Viral Foto Wajah Young Lex Babak Belur, Terungkap Ternyata Hanya Riasan

Aspirasi ini sendiri merupakan yang kesekian kali disampaikan warga setelah sebelumnya juga telah disampaikan kepada pihak kecamatan.

Dalam aksi ini warga gagal bertemu bupati maupun wakilnya. massa hanya dihadapkan bersama Asisten III bersama Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan serta Kepala Inspektorat.

Penulis: Rizwan Editor: Amirullah Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 03.55

Senin, Festival Krueng Aceh Digelar

PKA 7

Senin, Festival Krueng Aceh Digelar

sederetan agenda pendukung lainnya, seperti Lomba Perahu Hias, Lomba Perahu Karet...

Senin, Festival Krueng Aceh DigelarIstimewaFestival Krueng Aceh 2018

BANDA ACEH - Untuk menyemarakan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali mengelar Festival Krueng Aceh 2018 yang berlangsung 13-14 Agustus 2018 di Krueng Aceh.

Plt Kepala Disbudpar Aceh, Amiruddin, menyatakan, atraksi wisata air ini diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir selama berlangsungnya PKA-7.

Baca: Shahibul Qurban Dilarang Potong Kuku dan Rambut, Ini Hikmahnya

“Festival Krueng Aceh yang dipersiapkan khusus kepada pengunjung menjelang berakhirnya PKA VII diharapkan, tidak hanya menjadi daya tarik wisata dan memperkenalkan Kota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh, tapi juga menjadi hiburan menarik dan unik bagi setiap pengunjung,” Kata Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, Sabtu (11/8/2018).

Menurut Amiruddin, atraksi wisata air ini juga akan melibatkan partisipasi masyarakat dengan sederetan agenda pendukung lainnya, seperti Lomba Perahu Hias, Lomba Perahu Karet Landing Craft Rubber, Lomba Memasak, Lomba Mewarnai, Lomba Fotografi, Atraksi Air (Tactical on the Sea), Sajian 1000 Cangkir Kopi Gratis, Bersih-Bersih Sungai dan Panggung Budaya (Tari dan Musik).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga ikut menghimbau masyarakat dan instansi terkait lainnya untuk mengambil bagian dalam memeriahkan Festival Krueng Aceh 2018.

“Festival Krueng Aceh 2018 a kan meriah dan menjadi kesan tersendiri bila masyarakat mengambil bagian di dalamnya, sekaligus memenangkan hadiah menarik lainnya. Panitia menyediakan total hadiah sebesar 10 juta rupiah bagi pemenang yang berhasil keluar sebagai juara untuk perahu dengan dekorasi terbaik,” sebut Rahmadhani.

Pihak Kodam Iskandar Muda (IM) juga akan berpartisipasi aktif dalam rangka memeriahkan Festival Kreung Aceh 2018 ini.

"Kita juga merasa bangga karena pihak Kodam IM melalui Pangdam IM, Bapak Mayjen Hafil Fudddin, akan turut memeriahkan Festival Kreung Aceh dengan menurunkan anggotanya untuk terlibat dan berbaur dengan masyarakat lainnya dalam berbagai atraksi air, khususnya lomba perahu hias, atraksi air dan bersih-bersih sungai, " tambah Rahmadhani saat melakukan persiapan di lapangan.

Bagi masyarakat yang ingin ikut serta dalam Lomba Perahu Hias dapat langsung menghubungi penanggung jawab kegiatan di nomer 08521 666 8138 atau 0812 6936 6933 baik untuk pendafta ran lomba dan informasi acara lainnya. (*)

Editor: iklan@serambinews.com Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh