Syariat Aceh dan Problem Kualitas

Syariat Aceh dan Problem Kualitas Opini Syariat Aceh dan Problem Kualitas ACEH bukanlah belahan dunia tersendiri, ketika palu...

Syariat Aceh dan Problem Kualitas

Opini

Syariat Aceh dan Problem Kualitas

ACEH bukanlah belahan dunia tersendiri, ketika palu sekularisme diketuk dan menggema ke suluruh dunia

Syariat Aceh dan Problem KualitasSERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIRSebanyak 65 pelanggar terjaring dalam razia penegakan Syariat Islam di Jalan Teuku Nyak Arief, Lamnyong, Banda Aceh.

Oleh Nauval Pally Taran

ACEH bukanlah belahan dunia tersendiri, ketika palu sekularisme diketuk dan menggema ke suluruh dunia melalui kafilah-kafilah dakwahnya. Dalam berbagai tahapan, melalui platform politik maupun intelektual, terus menjalar pada tiap ruang dan zaman. Sebagaimana Indonesia, Aceh terkena erosi kemanusiaan dalam sebuah dunia yang harus memberontak pada kitab suci. Lestarilah ‘sekulariah‘. Sungguh pun seringnya, kita mengadakan klaim kualitas keberislaman lewat berbagai legitimasi sejarah, sekularisme-materialisme itu nyatanya telah jauh menatar hidup kita.

Bagaimana model institusi pendidikan yang menciptakan friksi antara sekolahan umum dan sekolahan agama menjadi cukup adekuat, anasir hukum kolonial, tertib ekonomi kapitalistik yang memantik nafsu materi, beserta kuasa perbankan dan korporasi yang menyertainya, adalah fakta konkret untuk menjelaskan kebersahajaan kita atas warisan sekularisme.

Sekularisme yang menggebu, dengan cukup baik telah merebut area penting di mana kemanusiaan itu dibentuk. Pendidikan kita. Yang menjelma sebagai serangkaian agenda “reproduksi” aktor-aktor intelektual yang terus setia untuk menggerakkan roda komersialisme dan konsumerisme. Demi hari-hari hidup manusia yang taat pada sejenis “iman” baru, bahwa materi dan konsumsi adalah prestasi dan tujuan terting gi.

Adakah kita secara kolektif menganggap masalah perihal nilai dan sistem yang dibangun sekularisme itu? Agaknya tidak. Kita ini, barangkali mirip sebagaimana yang dikemukakan Teuku Jacob sebagai pengidap syndrome “sakit tak merasa sakit”. Pada sekujur tubuh keberislaman kita menjalar sejumlah problemasi serius, namun tak teridentifikasi oleh nalar kita yang terlanjur rusak dan mendunia.

Inilah problem fundamentalnya. Lalu bagaimana kita, mengonstruksi bangunan megah keberislaman di atas fondasi yang begini rebah? Tentu lucu, membayangkan dan mengharapkan peradaban Islam yang memuliakan, atau syariat yang membahagiakan, di tengah turbulensi keimanan yang sedemikian parah.

Perlawanan hegemonik
Ketika wacana untuk merancang grand design pelaksanaan syariat Islam di Aceh muncul kembali ke permukaan, terpikir bagaimana kita menata pendidikan yang merupakan area tarung pelbagai nilai itu. Ya, pendidikan adalah arena paling strategis untuk menggerakkan perla wanan hegemonik terhadap Barat yang bekerja terus-menerus pada banyak sisi untuk mengatur kemanusiaan kita.

Aceh dalam Indonesia, sebenarnya memiliki dasar yang kuat untuk itu. Konstitusi pendidikan kita, telah meletakkan iman, takwa, dan akhlak mulia sebagai nilai utama yang harus mendasari pendidikan. Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 menyatakan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

Sayangnya, cita iman, takwa, dan akhlak mulia itu sering hilang menguap pada tataran pelaksanaan pendidikan kita. Sebab, harus menyesuaikan diri dengan etos sekularisme yang sudah cukup lama mengakar mengatur hidup kita. Sekularisme itu sendiri, selalu memberi pesan, bahwa budi atau moral yang baik bisa hadir sendirinya tanpa sokongan agama.

Aceh yang bersyariat, mestilah menyesuaikan orientasi pendidikanny a dengan nilai dan cita syariat. Agar mampu membentuk manusia Aceh yang diinsafi oleh iman, takwa, dan akhlak mulia. Dan, pengembanan akan hal ini, bukan saja tanggung jawab lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren atau yang semisal, melainkan tanggung jawab seluruhnya, sebagaimana konstitusi telah mengamanahkannya secara universal.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Edukasi,1,Lokal,6,Olahraga,2,
ltr
item
Berita 24 Aceh: Syariat Aceh dan Problem Kualitas
Syariat Aceh dan Problem Kualitas
http://cdn2.tstatic.net/aceh/foto/bank/images/razia-busana-di-banda-aceh_20171012_222231.jpg
Berita 24 Aceh
http://www.aceh.berita24.com/2017/11/syariat-aceh-dan-problem-kualitas_23.html
http://www.aceh.berita24.com/
http://www.aceh.berita24.com/
http://www.aceh.berita24.com/2017/11/syariat-aceh-dan-problem-kualitas_23.html
true
7456172371658692192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy