Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh

Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh Opini Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh BERITA utama mandegnya pembangunan ...

Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh

Opini

Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh

BERITA utama mandegnya pembangunan PT SIA (Semen Indonesia-Aceh) di Laweung, Pidie, dengan judul “Investasi Aceh Lampu Merah”

Meluruskan Track Manajemen Investasi AcehKETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Zulkifli Hasan bersama mantan Plt Gubernur Aceh, Azwar Abubakar (kanan) berbicara didampingi Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar (kiri) dalam kunjungan silaturahmi ke Kantor Pusat Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (30/10).

Oleh Miswar Fuady

BERITA utama mandegnya pembangunan PT SIA (Sem en Indonesia-Aceh) di Laweung, Pidie, dengan judul “Investasi Aceh Lampu Merah” (Serambi, 31/10/2017), tak pelak membuat kita risau dan galau dengan prospek investasi di nanggroe ini. Bagaimana tidak, persis seperti dikatakan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang dimintai pendapatnya terkait persoalan ini, kasus ini adalah barometer yang bisa memberi dampak negatif terhadap iklim invetasi di Aceh secara keseluruhan di masa-masa yang akan datang.

Merujuk pada informasi yang sempat disebut Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke media, sepertinya memang cukup rumit persoalan yang melatari mandegnya proses investasi PT SIA ini. Mulai dari persoalan sengketa lahan, indikasi persaingan usaha, dan lain sebagainya, dan ini jelas akan menjadi kerikil pengganggu dalam proses investasi perusahaan BUMN tersebut di Aceh.

Jika dilihat dari sisi investor maka tentu tidak ada satupun investor yang mau mengambil resiko. Keamanan dan kenyamanan adalah prioritas utama mereka. Ketika sudah me rasa tidak aman dan nyaman maka otomatis mereka akan menarik investasinya. Akan selalu begitu. Nah, jika langkah ini sampai diambil oleh PT SIA, maka ini akan menjadi contoh buruk bagi calon-calon investor potensial lainnya untuk datang dan menanam investasinya di Aceh. Akhirnya Aceh pun akan mengalami nasib bu ka bak bibi roe u luwa.

Karena itu, respons Gubernur Irwandi dengan memetakan persoalan yang melilit, serta rencana beliau untuk mengajak duduk para pihak dalam rangka mencari solusi atas mandegnya proses pembangunan PT SIA ini adalah sebuah langkah tepat dan patut didukung. Ini sejalan dengan amanah Presiden Jokowi kepada Beliau dan Bapak Nova Iriansyah pada saat mereka dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, agar menciptakan iklim investasi yang kondusif di Aceh dalam lima tahun pemerintahan mereka ke depan.

Namun tentu saja di luar problem yang kini melilit terkait keberadaaan PT SIA ini, agar kita tidak lokalistik melihat persoalan. Jika kita mau mengupas akar permasalahan terkait trend investasi Aceh yang terus saja negatif sementara puluhan bahkan mungkin ratusan miliar anggaran telah dihabiskan, maka dalam kesempatan ini perlu ada sebuah catatan khusus untuk mengungkap kotak pandora mismanajemen investasi yang selama ini terjadi di Aceh, di mana kasus PT SIA ini hanyalah satu turunan permasalahannya.

Tak ada yang istimewa
Sekadar review, SKPA dengan tupoksi terkait investasi atau penanaman modal di Aceh, awalnya dibentuk Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Aceh, dengan kewenangan mengurus investasi dan perizinan investasi. Lalu pada masa pemerintahan Giubernur Irwandi Yusuf periode 2007-2012 lalu, berubah menjadi Badan Investasi dan Promosi Aceh, sementara untuk urusan perizinan dikelola oleh satu SKPA baru, yaitu Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), yang kemudian berubah lagi menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang berlaku secara Nasional. Dinas ini melaya ni perizinan penanaman modal dan non penanaman modal serta dan hal-hal lain non perizinan.

Secara gamblang jika kita telusuri rekam jejaknya nyaris tidak ada yang istimewa dari kinerja SKPA investasi ini. Orientasi kerjanya bukan saja jauh dari on track, bahkan lebih parah dari itu bisa dikatakan salah minum obat, tidak nyambung antara masalah dan solusi. Masalahnya A, yang direncanakan sebagai program malah B. Paling up to date, ambil contoh data terakhir yang dirilis BKPM untuk realiasi Januari-September 2017, untuk PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Aceh berada pada peringkat 25 Nasional, sedangkan untuk PMA (Penanaman Modal Asing), Aceh berada di peringkat terbuncit, 34. Di PMDN dapat peringkat 25 itu pun karena ada laporan investasi dari PT SIA, kalau tidak sama-sama buncit dengan PMA di peringkat 34, menjadi yang terburuk dari seluruh daerah di Indonesia.

Dengan peringkat yang malu-maluin seperti ini, selalu saja modus program yang diolah oleh top manajemen Dina s Investasi Aceh adalah perjalanan dinas ke luar negeri yang dibungkus dengan “misi investasi”. Kondisi negatif trend investasi selalu saja dijadikan justifikasi perlunya program jalan-jalan ini. Contoh riil adalah telaahan staf --yang memang biasanya selalu lolos hingga masuk dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA)-- program kegiatan event promosi dan forum bisnis pada tahun anggaran 2018 yang baru saja diajukan Kepala Dinas terkait, berupa beragam kegiatan bertajuk promosi investasi di luar negeri seperti di Amerika, Belanda, Rusia, Turki, Malaysia, Singapura, dan Thailand dengan total anggaran sampai Rp 22 miliar. Terlihat ada pola yang sama yang terus diulang-ulang yang hasilnya nihil, sia-sia untuk pemerintah dan rakyat Aceh tapi tidak untuk oknum pejabat pengusul di dinas terkait yang terus meubahagia, leumak mabok dengan “kerjaan-kerjaan ngolah” ini.

Kembalikan ke jalur!
Satu-satunya pilihan agar kinerja investasi Aceh mampu menunjukkan trend positif, orien tasi dan arah kerja SKPA terkait Aceh harus dikembalikan ke jalurnya. Mental “tukang olah” oknum pejabat Dinas Investasi Aceh yang selama ini terkesan tidak terdeteksi tanpa tindakan, sudah saatnya dibasmi habis dan harus menjadi bagian dari program reformasi birokrasi pemerintahan Irwandi-Nova.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Edukasi,1,Lokal,6,Olahraga,2,
ltr
item
Berita 24 Aceh: Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh
Meluruskan Track Manajemen Investasi Aceh
http://cdn2.tstatic.net/aceh/foto/bank/images/zulkifli-hasan-bersama-mantan-plt-gubernur-aceh_20171031_113103.jpg
Berita 24 Aceh
http://www.aceh.berita24.com/2017/11/meluruskan-track-manajemen-investasi.html
http://www.aceh.berita24.com/
http://www.aceh.berita24.com/
http://www.aceh.berita24.com/2017/11/meluruskan-track-manajemen-investasi.html
true
7456172371658692192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy